Kai Havertz Puji David Raya, Statistiknya Gila di Liga Champions

- David Raya tampil gemilang saat Arsenal menang 1-0 atas Sporting Lisbon di perempat final Liga Champions, menjaga gawang tetap bersih dengan sejumlah penyelamatan penting.
- Kai Havertz memuji Raya sebagai kiper terbaik dunia dua musim terakhir, menilai kontribusinya sering diremehkan meski berulang kali menyelamatkan Arsenal dari kekalahan.
- Raya mencatat rasio tepisan 90 persen dan tujuh clean sheet di Liga Champions musim ini, serta dinobatkan sebagai Player of The Match oleh UEFA berkat performa solidnya.
Jakarta, IDN Times - David Raya kembali menjadi pahlawan kemenangan Arsenal. Penampilan impresifnya di bawah mistar mengantarkan The Gunners menang 1-0 di markas Sporting Lisbon, pada perempat final Liga Champions musim 2025/26, Rabu (8/4/2026) dini hari WIB.
Raya menjaga gawang Meriam London tetap bersih di Estadio Jose Alvalade, Lisbon, dengan melakukan sejumlah penyelamatan krusial. Kai Havertz, sang pencetak gol, kemenangan Arsenal pun menyanjung Raya setinggi langit.
1. Beruntungnya Arsenal punya Raya
Menurut Havertz, Arsenal beruntung punya penjaga gawang sekaliber Raya. Dia bagaikan malaikat di bawah mistar, yang sering menyelamatkan Arsenal dari hasil buruk.
Namun, Havertz menyesalkan pandangan publik terhadap rekannya tersebut. Itu karena Raya masih tidak diperhitungkan sebagai kiper top dunia meski tampil impresif bersama Arsenal.
"Dia tampil luar biasa, tapi masih sering diremehkan di sepak bola. Bagi saya, dia adalah kiper terbaik di dunia dalam dua musim terakhir ini. Penampilannya luar biasa, karena dia sudah menyelamatkan kami berkali-kali. Kami sangat beruntung memilikinya," kata Havertz kepada Prime Video Sport.
2. Catatan gila Raya di Liga Champions
Sepanjang musim ini, performa Raya memang begitu tangguh, khususnya di Liga Champions. Berdasarkan catatan Opta, Raya menjadi kiper dengan rasio tepisan tertinggi di Liga Champions musim ini, mencapai 90 persen.
Raya berhasil menepis 27 dari 30 tembakan tepat sasaran yang dihadapinya. Dari 10 penampilan di Liga Champions, kiper 30 tahun itu sukses membukukan tujuh clean sheet dan baru kebobolan tiga kali.
3. Jadi Player of The Match
Atas performa kokohnya di markas Sporting, Raya dinobatkan sebagai Player of The Match oleh UEFA. Aksinya di bawah mistar sukses membuat lini depan tuan rumah frustrasi.
"Saya mencoba membantu tim sebisa mungkin. Ini adalah hari yang baik bagi saya, juga bagi tim saya. Kami akhirnya mencetak gol di menit terakhir. Itu adalah pertandingan yang sangat sulit, pertandingan di mana kedua tim ingin bermain dan menguasai bola, sehingga rasanya begitu sulit," ujar Raya di laman resmi UEFA.


















