ilustrasi HP dan laptop (unsplash.com/Walls.io)
Kalau melihat perkembangan laptop baru hingga akhir 2025, ada hal penting yang perlu kamu ketahui, yakni kecenderungan penggunaan RAM soldered atau tertanam langsung di motherboard. Langkah ini memang bisa menekan biaya produksi, tetapi mengorbankan fleksibilitas pengguna. Ketika kebutuhan meningkat, kamu tidak bisa melakukan upgrade RAM tanpa mengganti perangkat secara keseluruhan.
Ini berbeda dengan laptop dari generasi sebelumnya yang masih berbaik hati dalam menyediakan slot SODIMM tambahan. Fleksibilitas ini sangat penting, terutama bagi pelajar atau pekerja yang memiliki anggaran terbatas. Sebab, kamu bisa membeli laptop dengan RAM standar terlebih dahulu. Lalu, meningkatkan kapasitasnya saat dana sudah tersedia. Kemudahan upgrade inilah yang membuat laptop bekas terasa lebih future proof dibandingkan laptop baru berspesifikasi terkunci. Dalam jangka panjang, strategi ini jauh lebih efisien dan relevan dengan kondisi harga RAM naik yang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan.
Tren membeli perangkat bekas di 2026 bukan sekadar soal hemat biaya, tetapi juga keputusan yang strategis. Kalau spesifikasi masih kompetitif, nilai jual kembali stabil, serta fleksibilitas upgrade, laptop dan HP bekas menawarkan rasionalitas yang sulit ditandingi perangkat baru saat ini. Untuk mencari referensi harga dan ketersediaan perangkat bekas yang masih layak pakai berdasarkan kebutuhan, kamu bisa memantau berbagai platform, seperti OLX, Facebook, Tokopedia, Shopee, dan lain sebagainya, ya!