ilustrasi Finlandia, Eropa (pexels.com/Margo Evardson)
Finlandia berada di posisi terbawah dalam daftar dengan tingkat kemiskinan anak hanya 4,6 persen. Angka ini menjadi yang paling rendah dibandingkan seluruh negara dalam pemeringkatan tersebut. Slovenia berada di angka 6,2 persen, sementara Irlandia dan Norwegia masing-masing mencatat 6,8 persen dan 6,9 persen. Bahkan, hanya 10 negara dalam daftar yang memiliki tingkat kemiskinan anak di bawah 9 persen.
Perbedaan tersebut membuat posisi AS terlihat cukup mencolok. Tingkat kemiskinan anak AS sebesar 21,1 persen lebih dari empat kali lipat angka Finlandia sebesar 4,6 persen. Namun, sekali lagi, perbandingan tersebut menggunakan ukuran kemiskinan relatif berdasarkan median pendapatan masing-masing negara. Jadi, angka tersebut terutama bisa membantumu memahami seberapa banyak anak yang berada dalam kelompok berpendapatan rendah di negaranya, bukan membandingkan nominal pendapatan keluarga miskin secara langsung.
Data OECD menunjukkan bahwa kemiskinan anak masih menjadi tantangan besar bahkan di negara dengan perekonomian kuat seperti AS. Dengan angka 21,1 persen, sekitar satu dari lima anak AS hidup dalam rumah tangga yang berada di bawah garis kemiskinan relatif. Posisi tersebut membuat AS menjadi negara dengan tingkat kemiskinan anak tertinggi keempat dalam daftar OECD, hanya sedikit di bawah Spanyol.
Di sisi lain, Finlandia dan beberapa negara Eropa Utara menunjukkan angka yang jauh lebih rendah. Buat kamu, data ini menjadi pengingat bahwa melihat kekayaan sebuah negara saja belum cukup untuk memahami kondisi kehidupan anak-anak di dalamnya.