25 Tahun Membangun Negeri Melalui Data Center, Dwimitra Siap Naik ke Level Asia Pasifik (Dok. Dwimitra)
Ambisi tersebut sejalan dengan semakin strategisnya posisi Indonesia dalam peta industri data center regional. Pertumbuhan ekonomi digital, cloud computing, artificial intelligence hingga kebutuhan penyimpanan dan pengelolaan data terus mendorong pembangunan infrastruktur data center di dalam negeri.
Ridwan Eddy menilai masuknya investasi global menjadi peluang besar bagi Indonesia. Namun, penguatan investasi tersebut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapabilitas sumber daya manusia dan perusahaan nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi lokasi pembangunan data center, tetapi juga memiliki industri pendukung yang kompetitif.
“Indonesia bukan hanya menjadi tujuan investor data center, tetapi juga menarik perusahaan kontraktor internasional. Karena itu, yang perlu kita bangun adalah bagaimana sumber daya dan perusahaan Indonesia memiliki kapabilitas untuk tetap kompetitif dan menjadi bagian penting dari industri ini,” ujar Ridwan Eddy.
Menurutnya, persaingan akan semakin ketat seiring masuknya perusahaan internasional yang memiliki keunggulan dari sisi teknologi, skala produksi dan efisiensi operasional. Karena itu, peningkatan produktivitas, kemampuan teknologi dan kompetensi tenaga kerja menjadi semakin penting.
“Indonesia harus meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya. Kita harus semakin kuat dalam teknologi, produktivitas dan efisiensi sehingga perusahaan nasional dapat bersaing secara sehat di pasar sendiri maupun di tingkat regional,” lanjutnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan Ketua Tim Kerja Perumusan Strategi dan Kebijakan Peta Jalan Penyelenggaraan Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI), Benny Elian, yang menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat data center utama di ASEAN, bahkan Asia Pasifik.
Namun, kesiapan ekosistem saat ini masih relatif terkonsentrasi di wilayah barat Indonesia yang memiliki akses konektivitas, kelistrikan dan infrastruktur lebih matang. Sementara itu, wilayah tengah dan timur masih membutuhkan penguatan terutama dari sisi konektivitas, lahan, energi dan infrastruktur pendukung lainnya.
“Dibandingkan negara-negara lain di ASEAN, Indonesia memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan lahan, sumber daya dan potensi pengembangan yang besar. Karena itu, kami ingin pertumbuhan data center ke depan tidak hanya terpusat di Jakarta, Cikarang maupun Batam, tetapi juga mulai berkembang ke wilayah tengah dan timur Indonesia,” kata Benny Ellian.
Menurutnya, KOMDIGI saat ini tengah menyusun peta jalan data center yang diintegrasikan dengan pengembangan jaringan kabel laut telekomunikasi. Integrasi tersebut diharapkan membuat pengembangan lokasi data center lebih terencana dari sisi konektivitas, energi, lahan dan kebutuhan sumber daya lainnya.
“Harapannya, industri data center Indonesia dapat terus tumbuh secara kuat, tetapi tetap berkelanjutan,” lanjut Benny Ellian.