Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
25 Tahun Garap Pasar Data Center, Dwimitra Siap Merambah Asia Pasifik
25 Tahun Membangun Negeri Melalui Data Center, Dwimitra Siap Naik ke Level Asia Pasifik (Dok. Dwimitra)
  • Dwimitra, yang terlibat membangun data center berkapasitas total sekitar 200 MW sejak 2007, menargetkan ekspansi Asia Pasifik melalui pekerjaan konsultasi, engineering, serta rencana masuk Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
  • Ekspansi regional didukung joint venture Dwimitra Listenlights Indonesia sejak 2024. Perusahaan juga berinvestasi pada SDM, AI, otomasi, dan digital project management untuk menangani proyek kompleks secara lebih efisien.
  • Indonesia dinilai berpotensi menjadi pusat data center ASEAN dan Asia Pasifik, tetapi perlu pemerataan konektivitas, energi, lahan, serta tenaga operator profesional; PLN kini melayani 153 pelanggan data center berdaya sekitar 2.000 MVA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta IDN Times – Memasuki usia ke-25 tahun, PT Dwimitra Ekatama Mandiri (Dwimitra) menegaskan ambisinya untuk membawa kapabilitas perusahaan di industri data center ke tingkat yang lebih tinggi. Setelah terlibat dalam berbagai pembangunan proyek data center sejak 2007 dengan total kapasitas sekitar 200 MW, Dwimitra kini membidik posisi sebagai salah satu pemain penting tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di kawasan Asia Pasifik.

“Dwimitra akan menjadi salah satu pemain besar di industri data center, tidak lagi hanya di Indonesia, tetapi di level Asia Pasifik. Kami sudah memiliki beberapa pekerjaan di luar Indonesia, meski saat ini masih pada lingkup project management seperti konsultasi dan engineering,” kata Chief Commercial Officer Dwimitra Ekatama Mandiri, Oon Suciagung, dalam acara peringatan 25 tahun perusahaan di Fairmont Hotel Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Chief Executive Officer Dwimitra, Ridwan Eddy, menambahkan bahwa langkah menuju pasar regional telah mulai dibangun sejak beberapa tahun terakhir, salah satunya melalui kemitraan strategis dengan perusahaan asal India, Listenlights Pvt. Ltd., penyedia layanan MEP yang memiliki pengalaman lebih dari empat dekade.

“Kami melakukan kerja sama dengan Listenlights Pvt. Ltd. sejak 2024 melalui joint venture bernama Dwimitra Listenlights Indonesia. Ke depan, kami juga berencana melakukan ekspansi di level ASEAN, seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam,” ujar Ridwan Eddy.

1. Indonesia jadi magnet investasi data center

25 Tahun Membangun Negeri Melalui Data Center, Dwimitra Siap Naik ke Level Asia Pasifik (Dok. Dwimitra)

Ambisi tersebut sejalan dengan semakin strategisnya posisi Indonesia dalam peta industri data center regional. Pertumbuhan ekonomi digital, cloud computing, artificial intelligence hingga kebutuhan penyimpanan dan pengelolaan data terus mendorong pembangunan infrastruktur data center di dalam negeri.

Ridwan Eddy menilai masuknya investasi global menjadi peluang besar bagi Indonesia. Namun, penguatan investasi tersebut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapabilitas sumber daya manusia dan perusahaan nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi lokasi pembangunan data center, tetapi juga memiliki industri pendukung yang kompetitif.

“Indonesia bukan hanya menjadi tujuan investor data center, tetapi juga menarik perusahaan kontraktor internasional. Karena itu, yang perlu kita bangun adalah bagaimana sumber daya dan perusahaan Indonesia memiliki kapabilitas untuk tetap kompetitif dan menjadi bagian penting dari industri ini,” ujar Ridwan Eddy.

Menurutnya, persaingan akan semakin ketat seiring masuknya perusahaan internasional yang memiliki keunggulan dari sisi teknologi, skala produksi dan efisiensi operasional. Karena itu, peningkatan produktivitas, kemampuan teknologi dan kompetensi tenaga kerja menjadi semakin penting.

“Indonesia harus meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya. Kita harus semakin kuat dalam teknologi, produktivitas dan efisiensi sehingga perusahaan nasional dapat bersaing secara sehat di pasar sendiri maupun di tingkat regional,” lanjutnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan Ketua Tim Kerja Perumusan Strategi dan Kebijakan Peta Jalan Penyelenggaraan Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI), Benny Elian, yang menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat data center utama di ASEAN, bahkan Asia Pasifik.

Namun, kesiapan ekosistem saat ini masih relatif terkonsentrasi di wilayah barat Indonesia yang memiliki akses konektivitas, kelistrikan dan infrastruktur lebih matang. Sementara itu, wilayah tengah dan timur masih membutuhkan penguatan terutama dari sisi konektivitas, lahan, energi dan infrastruktur pendukung lainnya.

“Dibandingkan negara-negara lain di ASEAN, Indonesia memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan lahan, sumber daya dan potensi pengembangan yang besar. Karena itu, kami ingin pertumbuhan data center ke depan tidak hanya terpusat di Jakarta, Cikarang maupun Batam, tetapi juga mulai berkembang ke wilayah tengah dan timur Indonesia,” kata Benny Ellian.

Menurutnya, KOMDIGI saat ini tengah menyusun peta jalan data center yang diintegrasikan dengan pengembangan jaringan kabel laut telekomunikasi. Integrasi tersebut diharapkan membuat pengembangan lokasi data center lebih terencana dari sisi konektivitas, energi, lahan dan kebutuhan sumber daya lainnya.

“Harapannya, industri data center Indonesia dapat terus tumbuh secara kuat, tetapi tetap berkelanjutan,” lanjut Benny Ellian.

2. Investasi pada SDM, AI, dan otomasi

25 Tahun Membangun Negeri Melalui Data Center, Dwimitra Siap Naik ke Level Asia Pasifik (Dok. Dwimitra)

Untuk menghadapi peningkatan skala dan kompleksitas proyek, Dwimitra menginvestasikan kembali sebagian hasil bisnis perusahaan. Investasi tersebut untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia sekaligus penerapan teknologi dalam pengelolaan proyek.

Langkah tersebut menjadi semakin penting karena pembangunan data center dapat melibatkan ribuan tenaga kerja dan berbagai mitra, sementara waktu penyelesaian proyek semakin singkat tanpa mengurangi tuntutan terhadap kualitas.

“Pembangunan data center memiliki nilai proyek dan kompleksitas yang sangat tinggi. Karena itu, yang perlu diperkuat adalah kapabilitas sumber daya manusia sekaligus penerapan teknologi agar pekerjaan bisa dilakukan lebih efektif dan efisien,” ujar Ridwan Eddy.

Dwimitra mulai menerapkan AI, otomasi dan digital project management untuk membantu memonitor tenaga kerja, progres pekerjaan, produktivitas serta berbagai indikator proyek di lapangan. Melalui dashboard terintegrasi dan sistem pengingat otomatis, potensi kendala dapat diketahui lebih dini sehingga tindak lanjut dan pengambilan keputusan bisa dilakukan lebih cepat.

“Dengan jumlah pekerja yang bisa mencapai ribuan orang di lapangan, kita tidak bisa hanya bergantung pada proses manual. Sistem membantu memberikan reminder dan dashboard agar kita memahami apa yang terjadi di lapangan dan dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat,” jelas Ridwan Eddy.

Oon Suciagung menambahkan bahwa penggunaan teknologi tetap perlu didukung oleh kompetensi dan rasa ownership dari setiap individu yang terlibat dalam proyek.

“Tantangannya adalah bagaimana membangun data center sesuai timeline dengan kualitas yang tetap baik. Karena itu, support dari sisi engineering, kalkulasi hingga eksekusi harus semakin kuat agar risiko delay bisa ditekan,” kata Oon Suciagung.

Penerapan sistem tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan transparansi antara Dwimitra, pelanggan, supplier dan subkontraktor sehingga progres maupun potensi kendala dalam proyek dapat diketahui dan ditangani bersama dengan lebih cepat.

3. Infrastruktur energi dan SDM jadi penopang pertumbuhan

25 Tahun Membangun Negeri Melalui Data Center, Dwimitra Siap Naik ke Level Asia Pasifik (Dok. Dwimitra)

Dari sisi kelistrikan, Vice President Priority Account Executive Swasta dan Bisnis PT PLN (Persero), Fauzi Arubusman, mengatakan pertumbuhan industri data center di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Saat ini, PLN telah melayani 153 pelanggan data center dengan total daya terpasang sekitar 2.000 MVA, di mana 137 pelanggan berada di wilayah Jawa-Bali. Data center juga telah masuk dalam 10 besar segmen usaha dengan konsumsi listrik terbesar di Indonesia.

“Dwimitra sendiri telah terlibat dalam berbagai pembangunan proyek data center sejak 2007 dengan total kapasitas sekitar 200 MW. Skala tersebut menunjukkan besarnya kontribusi yang dapat diberikan pelaku industri seperti Dwimitra dalam mendukung pertumbuhan ekosistem data center nasional,” ujar Fauzi Arubusman.

PLN, lanjut Fauzi Arubusman, akan terus mendukung pertumbuhan industri melalui penyediaan infrastruktur kelistrikan yang andal sekaligus memenuhi kebutuhan energi hijau yang semakin menjadi perhatian utama industri data center.

Selain kesiapan energi, kemampuan sumber daya manusia juga menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan industri dalam jangka panjang.

4. Kesiapan industri nasional telah matang

25 Tahun Membangun Negeri Melalui Data Center, Dwimitra Siap Naik ke Level Asia Pasifik (Dok. Dwimitra)

Senior Sales Director Singapore, Indonesia, Brunei dan Timor-Leste Uptime Institute, Laurensius Then, menilai Indonesia telah memiliki tingkat kematangan yang kuat dalam pembangunan data center dan mampu bersaing dengan pasar regional seperti Malaysia. Menurut Laurensius Then, tingginya jumlah sertifikasi Uptime Institute yang telah diraih di Indonesia menunjukkan bahwa pelaku industri nasional memiliki pengalaman dan kemampuan dalam membangun infrastruktur data center berstandar internasional.

Namun, tantangan berikutnya bukan sekadar kemampuan membangun fasilitas, melainkan memastikan ketersediaan tenaga profesional yang mampu mengoperasikan fasilitas tersebut secara berkelanjutan.

“Market Indonesia sangat siap dan kita sudah on par dengan Malaysia. Kita sudah belajar bagaimana membangun data center. Tetapi persoalannya, kita bisa membangun sementara resource untuk mengoperasikan belum tentu mencukupi. Karena itu, aspek sumber daya manusia yang mumpuni menjadi sangat penting,” kata Laurensius Then.

Bagi Dwimitra, kombinasi antara kesiapan ekosistem digital, dukungan kelistrikan, penguatan SDM, serta pemanfaatan teknologi menjadi pondasi utama untuk membawa industri data center Indonesia semakin kompetitif.

Setelah 25 tahun membangun kapabilitas di dalam negeri, Dwimitra kini memasuki fase berikutnya dengan memperkuat teknologi, sumber daya manusia dan kemitraan internasional untuk membawa kompetensi perusahaan Indonesia bersaing di tingkat Asia Pasifik.

PT Dwimitra Ekatama Mandiri merupakan perusahaan penyedia layanan MEP terkemuka dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di industri Data Center dan Automation. Hingga saat ini, DME dikenal sebagai salah satu perusahaan terkemuka di bidang Mechanical & Electrical Data Center serta konsultasi Data Center di Indonesia. DME juga merupakan Business Partner Uptime Institute pertama di Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article