Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Airlangga Targetkan IEU-CEPA Ditandatangani Oktober 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso, European Union Ambassador to Indonesia and Brunei Darussalam H.E. Denis Chaibi (kiri), dan Ambassador of Ireland H.E. Shaon Lennon (kanan) dalam pertemuan dengan para Duta Besar negara Uni Eropa untuk Indonesia di Kantor Kementerian Perekonomian. (Dok/Istimewa).
  • Pemerintah menargetkan penandatanganan IEU-CEPA pada Oktober 2026 setelah penyelesaian dokumen berbahasa Inggris, lalu perjanjian dibawa ke Parlemen Uni Eropa untuk ratifikasi.
  • Indonesia menyiapkan implementasi lebih cepat melalui mekanisme Perpres setelah konsultasi DPR, dengan target 90,4 persen pos tarif menjadi nol dan 8,37 persen turun bertahap.
  • IEU-CEPA diharapkan memperluas ekspor Indonesia serta menarik investasi Uni Eropa di manufaktur maju, energi terbarukan, kendaraan listrik, digital, dan farmasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah menargetkan perjanjian dagang Indonesia dengan Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat ditandatangani pada Oktober 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dokumen IEU-CEPA dalam versi bahasa Inggris saat ini tengah dalam tahap penyelesaian. Setelah dokumen rampung dan ditandatangani, perjanjian tersebut selanjutnya akan dibawa ke Parlemen Uni Eropa untuk menjalani proses ratifikasi.

"Dari perkembangan IEU CEPA, dokumentasi dalam versi bahasa Inggris sudah segera diselesaikan, dan ditargetkan di bulan Oktober mudah-mudahan bisa ditandatangani. Sesudah ditandatangani akan dibawa ke Parlemen Uni Eropa untuk mendapatkan ratifikasi. Di Indonesia sendiri, Pak Menteri Perdagangan sudah berkonsultasi dengan DPR. Indonesia akan menggunakan mekanisme Perpres karena sudah didiskusikan dengan DPR, sehingga implementasinya akan lebih cepat,” tutur Airlangga dalam Konferensi Pers, Jumat (21/8/2026).

1. Kelebihan IEU CEPA untuk Indonesia

Ilustrasi perdagangan (Pixabay/Echosystem)

Apabila IEU CEPA diimplementasikan mulai awal tahun depan, maka Indonesia akan memperoleh akses pasar berupa 90,4 persen pos tarif langsung menjadi 0 persen; dan 8,37 persen berkurang bertahap, yang mana diharapkan akan memperluas ekspor sawit, alas kaki, kopi, furnitur, pertanian/perikanan, dan telekomunikasi.

Sedangkan, bagi Uni Eropa akan mendapatkan akses pasar Indonesia yang lebih luas bagi industri atau konsumen Eropa serta pasokan produk yang lebih kompetitif.

2. Perjanjian IEU CEPA diharapkan buka potensi investasi

ilustrasi investasi (magnific.com/rawpixel.com)

Dengan diratifikasinya Perjanjian IEU CEPA, Indonesia berharap akan membuka potensi investasi yang akan masuk ke negara ini. Indonesia mendorong investasi Uni Eropa pada sektor bernilai tambah tinggi, semisal manufaktur maju, energi terbarukan, EV, digital, farmasi, guna mendukung transfer teknologi dan transformasi industri domestik.

“Sekarang Eropa juga menjadi salah satu partner investasi Indonesia sebagai sektor, dan bagi Eropa juga. Terlihat dalam beberapa waktu belakangan, banyak sekali Indonesia mendapatkan kunjungan dari negara-negara Eropa dan mereka membawa business delegation yang besar,” tutur Airlangga.

Adapun, Generalised Scheme of Preferences (GSP) Indonesia akan berakhir pada akhir tahun ini, sehingga dengan segera diratifikasinya perjanjian IEU CEPA akan mengikis kesenjangan yang mungkin terjadi untuk mengimplementasikan perjanjian tersebut.

3. Ratifikasi diklaim bakal picu investasi masuk ke dalam negeri

ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia and Brunei Darussalam, Y.M. Denis Chaibi mengatakan, momen ini merupakan kesempatan fantastis bagi Negara-Negara Anggota Uni Eropa menyatakan komitmen politik mereka untuk menandatangani CEPA sesegera mungkin, dan demi menindaklanjuti proses ratifikasi.

"Ratifikasi ini akan memicu minat yang kuat untuk berinvestasi di Indonesia bagi perusahaan-perusahaan Eropa,” ucap Denis.

Denis juga sependapat dengan Menko Airlangga bahwa ke depannya akan semakin banyak menteri, delegasi bisnis, bahkan keluarga kerajaan dari Eropa yang akan berkunjung ke Indonesia, dan salah satunya untuk memanfaatkan sisi positif dari keberadaan IEU CEPA ini. Termasuk pada akhir Oktober atau awal November mendatang, Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa Maros Sefcovic akan berkunjung ke Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article