Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Permintaan Daging Sapi dan Ayam Naik Drastis Jelang Lebaran

5 Alasan Permintaan Daging Sapi dan Ayam Naik Drastis Jelang Lebaran
ilustrasi belanja di pasar (pexels.com/晓鸟 蓝)
Intinya Sih
  • Menjelang Lebaran, permintaan daging sapi dan ayam melonjak karena tradisi kuliner khas seperti rendang dan opor yang disiapkan untuk perayaan keluarga.
  • Momen silaturahmi membuat konsumsi meningkat, sebab banyak keluarga besar berkumpul dan menyiapkan hidangan dalam jumlah lebih banyak dari hari biasa.
  • Peningkatan aktivitas belanja serta pesanan dari pelaku usaha kuliner memperkuat lonjakan permintaan, menjadikannya pola tahunan di pasar menjelang hari raya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menjelang Lebaran, suasana pasar tradisional dan pusat perbelanjaan biasanya terasa jauh lebih ramai dibanding hari biasa. Salah satu komoditas yang paling terasa lonjakannya adalah daging sapi dan ayam. Keduanya hampir selalu menjadi bahan utama berbagai hidangan khas Lebaran yang hadir di meja makan keluarga.

Fenomena kenaikan permintaan ini sebenarnya bukan hal baru dan terjadi hampir setiap tahun. Kombinasi faktor budaya, tradisi kuliner, hingga perubahan pola belanja masyarakat membuat kebutuhan daging dan ayam melonjak tajam. Kondisi ini juga sering memengaruhi harga di pasaran dalam waktu singkat.

Supaya lebih paham dinamika yang terjadi setiap menjelang hari raya, yuk pahami beberapa alasan utama di balik lonjakan permintaan tersebut!

1. Tradisi memasak hidangan khas Lebaran

5 Alasan Permintaan Daging Sapi dan Ayam Naik Drastis Jelang Lebaran
opor ayam susu (pexels.com/N Sopyan)

Lebaran identik dengan berbagai hidangan spesial yang jarang hadir pada hari biasa. Menu seperti rendang, opor ayam, gulai, dan semur daging hampir selalu muncul dalam perayaan ini. Hidangan tersebut membutuhkan bahan utama berupa daging sapi atau ayam dalam jumlah cukup besar.

Tradisi kuliner ini telah berlangsung turun-temurun di banyak keluarga di Indonesia. Ketika hari raya semakin dekat, aktivitas memasak pun semakin intens karena persiapan dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya. Akibatnya, permintaan daging dan ayam meningkat secara bersamaan di banyak daerah.

2. Momen berkumpul bersama keluarga besar

5 Alasan Permintaan Daging Sapi dan Ayam Naik Drastis Jelang Lebaran
ilustrasi keluarga besar (pexels.com/August de Richelieu)

Lebaran merupakan momen silaturahmi yang sangat dinanti setelah menjalani bulan Ramadan. Banyak keluarga besar berkumpul di satu rumah untuk menikmati suasana kebersamaan yang hangat. Dalam situasi seperti ini, kebutuhan makanan tentu meningkat dibanding hari biasa.

Jumlah anggota keluarga yang hadir biasanya jauh lebih banyak daripada hari normal. Hidangan yang disiapkan pun harus cukup untuk menjamu tamu dan kerabat yang datang bergantian. Situasi ini membuat kebutuhan bahan makanan, terutama daging dan ayam, meningkat secara signifikan.

3. Peningkatan aktivitas belanja masyarakat

5 Alasan Permintaan Daging Sapi dan Ayam Naik Drastis Jelang Lebaran
Pedagang daging ayam potong di pasar yang ada di Kabupaten Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Menjelang Lebaran, aktivitas belanja masyarakat secara umum mengalami lonjakan besar. Banyak orang mulai mempersiapkan kebutuhan hari raya, mulai dari pakaian, kue, hingga bahan makanan utama. Daging dan ayam termasuk komoditas yang masuk dalam daftar belanja prioritas.

Momentum hari raya juga memicu semangat konsumsi yang lebih tinggi dari biasanya. Banyak keluarga ingin menghadirkan hidangan terbaik sebagai bentuk syukur dan penghormatan kepada tamu. Dampaknya, permintaan terhadap bahan makanan utama ikut meningkat secara bersamaan.

4. Persiapan stok makanan sebelum hari raya

5 Alasan Permintaan Daging Sapi dan Ayam Naik Drastis Jelang Lebaran
Lapak pedagang sapi murni di UPT Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. (IDNTimes/Dicky)

Sebagian masyarakat memilih membeli bahan makanan lebih awal untuk menghindari keramaian pasar. Cara ini dianggap lebih praktis karena situasi menjelang Lebaran biasanya sangat padat. Selain itu, beberapa orang juga ingin memastikan bahan makanan sudah tersedia sebelum hari raya tiba.

Pembelian lebih awal membuat permintaan meningkat bahkan beberapa hari sebelum Lebaran. Banyak keluarga menyimpan daging atau ayam dalam lemari pendingin agar bisa digunakan saat hari raya. Pola ini secara tidak langsung mempercepat kenaikan permintaan di pasar.

5. Lonjakan permintaan dari pelaku usaha kuliner

5 Alasan Permintaan Daging Sapi dan Ayam Naik Drastis Jelang Lebaran
ilustrasi rendang padang hitam (vecteezy.com/Khoidir)

Selain rumah tangga, pelaku usaha kuliner juga menjadi penyumbang besar peningkatan permintaan daging dan ayam. Banyak restoran, katering, dan usaha makanan rumahan menerima pesanan dalam jumlah besar menjelang Lebaran. Menu khas seperti opor ayam atau rendang sering dipesan untuk acara keluarga maupun kantor.

Lonjakan pesanan ini membuat pelaku usaha perlu menambah stok bahan baku lebih banyak dari biasanya. Mereka harus memastikan ketersediaan daging dan ayam agar produksi makanan berjalan lancar. Kondisi ini ikut memperkuat kenaikan permintaan komoditas tersebut di pasar.

Kenaikan permintaan daging dan ayam menjelang Lebaran sebenarnya merupakan hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan. Tradisi kuliner, momen kebersamaan keluarga, serta aktivitas belanja yang meningkat menjadi pemicu utama. Situasi ini sudah menjadi pola tahunan yang hampir selalu terjadi di Indonesia. Dengan memahami penyebabnya, dinamika pasar menjelang hari raya terasa lebih mudah dipahami.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More