Pesan Menohok Purbaya buat Investor Gen-Z yang Dominasi Pasar Modal

- Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan Gen-Z agar tidak asal berinvestasi di pasar modal dan menekankan pentingnya memahami ilmu investasi sebelum terjun langsung.
- Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana diperkenalkan sebagai wadah aman bagi investor muda untuk belajar dan berinvestasi dengan pendampingan profesional.
- PINTAR menggunakan mekanisme rupiah cost averaging yang membantu investor berdisiplin, memitigasi risiko market timing, serta menjaga hasil investasi tetap optimal dalam jangka panjang.
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pesan khusus kepada Generasi-Z alias Gen-Z yang lahir pada periode 1997-2012 untuk tidak sembarangan menjadi investor di pasar modal.
Pesan itu disampaikan Purbaya mengingat saat ini data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa 57,41 persen dari total 26,12 juta investor pasar modal memiliki usia muda di bawah 30 persen.
"Sekarang juga banyak Gen-Z yang berinvestasi di pasar modal kan, sekitar 57 persen. Kalau Gen Z biasanya sok tahu, kayak saya lah. Main, main, main," kata Purbaya sambil sedikit tertawa dalam Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana serta Pembukaan Pekan Reksa Dana 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/4/2026).
1. Belajar lebih banyak agar dapat ilmu lebih

Menurut Purbaya, main-main boleh jika memang sudah dibekali ilmu terkait investasi yang cukup. Namun, jika ilmunya belum cukup maka lebih baik para investor Gen-Z ini membiarkan ahlinya bekerja sambil ikut belajar cara kerjanya.
Para investor Gen-Z pun punya pilihan untuk menjaga uangnya lewat pengelola dana seperti Reksa Dana.
"Nanti kalau Anda merasa lebih jago, baru tendang, Anda langsung menginvestasi di pasar saham. Jadi intinya bagi investor muda untuk berhasil berinvestasi, bukan otomatis kalau Anda masuk ke pasar saham langsung jadi jago. Anda pelajari dulu pengetahuannya, baru nanti Anda bisa untung lebih tinggi dari profesional-profesional yang di pasar modal," tutur Purbaya.
2. Program PINTAR

Purbaya kemudian memuji Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana yang diusung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PINTAR merupakan program khusus yang menaungi para investor muda untuk bisa masuk ke pasar modal secara aman.
"Program PINTAR adalah jawaban atas risiko. Jadi berinvestasi selalu ada risikonya. Katanya high risk high gain, no risk no gain, low risk low gain. Selalu ada itu. Kalau Anda nabung di bank, itu bukan dihitung investasi karena aman, risikonya tinggal di banknya aja. Jadi Anda mesti ngerti teman-teman kalangan muda atau kalangan ibu-ibu yang gak tahu pasar saham, pasar modal. Ada ahli yang mengelola di pasar modal," tutur Purbaya.
3. PINTAR bisa memitigasi risiko market timing

Pengelolaan risiko investasi di pasar modal dalam program PINTAR dilakukan melalui mekanisme rupiah cost averaging yang terotomasi, yaitu menyisihkan uang dengan jumlah tetap secara rutin dalam periode tertentu dengan prinsip compounding.
"PINTAR memitigasi risiko market timing. Anda tidak perlu lagi pusing kapan waktu terbaik untuk masuk ke pasar," kata Purbaya.
"PINTAR membuat kita juga untuk berdisiplin, berinvestasi secara rutin sehingga harga perolehan investasi kita menjadi rata-rata yang optimal dalam jangka panjang," sambung dia.

















