ilustrasi American Express, kartu kredit (pexels.com/DΛVΞ GΛRCIΛ)
Di tengah rencana pengurangan karyawan, American Express justru melaporkan hasil keuangan kuartalan yang melampaui ekspektasi analis untuk laba per saham yang telah disesuaikan. Perusahaan mencatatkan laba per saham sebesar US$4,68, lebih tinggi dibandingkan perkiraan rata-rata analis sebesar US$4,48. Amex juga menaikkan proyeksi laba per saham setahun penuh menjadi US$18,30–US$18,60 dari sebelumnya US$17,30–US$17,90. Kenaikan proyeksi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan memiliki keyakinan terhadap prospek keuangannya.
Dari sisi pendapatan, Amex mencatatkan kenaikan sebesar 9 persen menjadi US$20,06 miliar atau sekitar Rp335 triliun, dengan asumsi kurs Rp16.700 per dolar AS. Meski mengalami pertumbuhan, angka tersebut masih sedikit di bawah perkiraan analis sebesar US$20,12 miliar atau sekitar Rp336 triliun. Pihak eksekutif menjelaskan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi belanja adalah penghentian sejumlah kemitraan kartu co-brand untuk bisnis kecil. Kemitraan semacam ini memungkinkan perusahaan kartu kredit bekerja sama dengan merek atau bisnis tertentu dalam menawarkan produk kartu kepada pelanggan.
Amex juga mencatatkan biaya restrukturisasi sebesar US$336 juta atau sekitar Rp5,61 triliun. Sebagian rencana restrukturisasi tersebut terbantu oleh hasil penjualan kepemilikan perusahaan di Global Business Travel Group, menurut penjelasan Le Caillec. Meskipun hasil keuangan perusahaan cukup kuat, saham Amex sempat turun sekitar 4 persen dalam perdagangan pada sore hari setelah pengumuman tersebut. Pergerakan saham itu menunjukkan bahwa investor tetap memperhatikan berbagai faktor, termasuk prospek pertumbuhan, biaya restrukturisasi, dan dampak perubahan strategi terhadap bisnis perusahaan.
Rencana American Express PHK ribuan karyawannya memperlihatkan bagaimana perusahaan besar mulai menata ulang operasionalnya untuk menghadapi perkembangan AI. Pengurangan tenaga kerja tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya menyederhanakan struktur organisasi, meningkatkan efisiensi, dan mengembangkan layanan yang lebih personal bagi pelanggan.
Di sisi lain, Amex juga menegaskan pentingnya menjaga keamanan ketika AI mulai terhubung dengan sistem keuangan perusahaan. Bagi kamu yang sedang merintis karier, perkembangan ini bisa menjadi pengingat untuk terus meningkatkan keterampilan dan memahami teknologi agar lebih siap menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.