Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Animo Masyarakat Mudik Naik, Segini Potensi Perputaran Uangnya!

Animo Masyarakat Mudik Naik, Segini Potensi Perputaran Uangnya!
One way di GT Cikampek Utama saat puncak arus mudik lebaran 2023. (Dok Jasa Marga)
Intinya Sih
  • Perjalanan mudik Lebaran 2024 meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu, menandakan kondisi keuangan masyarakat pasca-COVID-19 semakin membaik.
  • Jumlah pemudik pada 2024 naik sebanyak 71,7% dari jumlah penduduk Indonesia, diperkirakan akan menggerek perputaran uang hingga Rp157,3 triliun.
  •  
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Animo masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik pada saat Lebaran 2024 mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan tahun lalu. Hal ini merupakan indikator bahwa kondisi keuangan masyarakat pasca-COVID-19 sudah semakin membaik.

Pada 2023, jumlah pemudik mencapai 123,8 juta orang atau naik 14,2 persen dari tahun 2022, sedangkan tahun 2024 sesuai data Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik naik sebanyak 193,6 juta orang atau 71,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Lantas, seberapa besar kenaikan jumlah pemudik tersebut akan menggerek perputaran uang di daerah tujuan mudik dan destinasi wisata?

1. Perputaran uang selama Lebaran diprediksi capai Rp157,3 triliun

Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), Sarman Simanjorang. (dok. PGE)
Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), Sarman Simanjorang. (dok. PGE)

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, memperkirakan perputaran uang selama Ramadan dan Idul Fitri tahun ini bisa mencapai Rp157,3 triliun. Angka tersebut masih berpotensi meningkat.

Proyeksi jumlah perputaran uang itu berasal dari asumsi jumlah pemudik yang akan mencapai 193,6 juta orang. Apabila jumlah per keluarga dirata-ratakan 4 orang, maka jumlah pemudik setara dengan 48,4 juta keluarga.

"Dengan asumsi setiap keluarga membawa uang rata-rata Rp3.250.000, maka perputaran uang selama Ramadan dan Idul Fitri diperkirakan mencapai Rp157,3 triliun," ucap Sarman dalam keterangannya, Jumat (29/3/2024). 

2. Perputaran uang selama mudik terjadi di seluruh daerah

ilustrasi mudik (freepik.com/Queenmoonlite Studio)
ilustrasi mudik (freepik.com/Queenmoonlite Studio)

Sarman mengatakan, perputaran uang ini akan menyebar di seluruh pelosok Tanah Air, terutama daerah yang menjadi tujuan utama mudik, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten dan Jabodetabek yang diperkirakan mencapai 62 persen dari jumlah penduduk.

Sisanya akan menyebar di Sumatra, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi hingga Papua.

"Dengan perputaran yang cukup besar tersebut, dipastikan ekonomi daerah akan produktif mendorong meningkatnya konsumsi rumah tangga," ujar Sarman. 

3. Momen Ramadan dan Idul Fitri bakal kerek ekonomi kuartal I dan PAD

Ilustrasi transaksi ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi transaksi ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Menurutnya, perputaran uang selama Ramadan dan Idul Fitri tahun ini juga akan sangat signifikan untuk mengerek pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2024.

"Ini akan menjadi modal awal untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 2024 bertahan di angka 5 persen, syukur bisa di atas," katanya.

Di sisi lain, perputaran uang ini juga akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masing-masing daerah tujuan mudik. Mulai dari pajak hotel, pajak restoran hingga retribusi masuk destinasi wisata.

Dalam hal ini, dirinya berharap pemerintah daerah (pemda) dapat membantu kelancaran arus mudik dan memastikan para pengusaha di daerah tujuan tidak menaikkan harga yang jor-joran sehingga membuat para pemudik enggan membelanjakan uangnya.

"Pelaku usaha di daerah tujuan mudik harus dapat menciptakan pelayanan yang berkesan dan menyenangkan sehingga para pemudik tidak ragu membelanjakan uangnya selama liburan," ucap Sarman.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Triyan Pangastuti
EditorTriyan Pangastuti

Related Articles

See More