Perhitungan PDB dilakukan dengan tiga metode, yaitu pendekatan produksi, pendekatan pendapatan, dan pendekatan pengeluaran. Berikut ini penjelasan tentang ketiganya:
Apa itu PDB? Pengertian, Jenis, Cara Menghitung, dan Fungsinya

- PDB atau Produk Domestik Bruto adalah indikator utama untuk menilai kinerja ekonomi suatu negara melalui total nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam periode tertentu.
- Terdapat dua jenis PDB, yaitu PDB riil yang menggunakan harga tetap dan PDB nominal yang memakai harga berlaku sesuai periode perhitungan.
- PDB dapat dihitung dengan tiga pendekatan: produksi, pendapatan, dan pengeluaran; hasilnya digunakan untuk menilai pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Apa itu PDB? PDB atau yang biasa dikenal dengan Produk Domestik Bruto adalah salah satu tolok ukur utama yang digunakan untuk mengukur seberapa baik perekonomian sebuah negara berjalan.
PDB juga dapat digunakan untuk mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat kesejahteraan masyarakat, dan kemampuan bersaing suatu negara. Salah satu cara negara untuk mendorong pertumbuhan PDB adalah dengan melakukan kegiatan ekspor.
Pada 2026, jumlah PDB Indonesia mencapai Rp6.187,2 triliun. Untuk memahami lebih jauh mengenai PDB dan fungsinya, simak penjelasan lengkap berikut ini!
Table of Content
1. Pengertian apa itu PDB

Produk Domestik Bruto (PDB) atau yang biasa dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Gross Domestic Product (GDP) adalah indikator dasar untuk pengambilan keputusan maupun penetapan kebijakan nasional. Dilansir dari laman Kementerian Keuangan, PDB dapat diartikan sebagai total nilai barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara, baik oleh perusahaan lokal maupun perusahaan asing yang beroperasi di negara tersebut.
Umumnya, PDB mencakup semua sektor dalam perekonomian, mulai dari jasa, pertanian, hingga industri. Nilai PDB yang tinggi menunjukkan suatu negara memiliki pertumbuhan ekonomi yang kuat. Sementara itu, apabila PDB suatu negara rendah, hal ini menunjukkan tingkat pertumbuhan ekonomi negara tersebut sedang lemah.
2. Jenis-jenis PDB

Setelah mengetahui pengertian PDB, kamu juga perlu mengetahui jenis-jenis PDB. Simak penjelasannya berikut ini:
1. PDB riil atau harga tetap
PDB riil atau harga tetap merupakan total nilai barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam priode tertentu dan biasanya dalam periode satu tahun. Jenis PDB ini termasuk ukuran kinerja ekonomi suatu negara yang tidak dipengaruhi oleh perubahan harga karena menggunakan dasar harga yang ditetapkan pada periode tertentu sebagai dasar perhitungannya.
2. PDB nominal atau harga berlaku
PDB nominal atau harga berlaku merupakan jumlah total nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam periode tertentu. Perhitungan PDB ini dilakukan dengan menggunakan harga yang berlaku pada periode tersebut.
3. Cara menghitung PDB

1. Metode pendekatan produksi
PDB dihitung melalui pendekatan produksi dengan menjumlahkan nilai akhir barang dan jasa yang dihitung dari total nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam jangka waktu tertentu. Total nilai berasal dari perhitungan nilai tambah di setiap tahap produksinya, termasuk biaya produksi, biaya upah, hingga keuntungan perusahaan.
2. Metode pendekatan pendapatan
PDB dihitung melalui pendekatan pendapatan dengan cara menjumlahkan semua pendapatan yang diterima oleh para pelaku ekonomi, masyarakat, hingga pendapatan negara selama periode tertentu. Pendapatan yang diterima biasanya berasal dari gaji masyarakat, keuntungan negara, hingga pajak yang diterima suatu negara.
3. Metode pendekatan pengeluaran
PDB dihitung melalui pendekatan pengeluaran dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran dari sektor-sektor ekonomi dalam suatu periode tertentu. Dengan metode ini, total nilai PDB bisa didapatkan dari hasil perhitungan jumlah pengeluaran konsumsi akhir rumah tangga (C), total investasi (I), total pengeluaran pemerintah (G), dan selisih ekspor dan impor (X-M).
Rumusnya:
PDB = C + I + G + (X – M)
Keterangan:
C = Konsumsi rumah tangga
I = investasi
G = Pengeluaran pemerintah
X = Ekspor
M = Impor
4. kenapa PDB sangat penting?

PDB menjadi ukuran penting bagi para ekonom dan investor karena dapat menunjukkan tingkat kesehatan ekonomi suatu negara. Pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat biasanya meningkatkan keuntungan perusahaan dan minat investor, sehingga mendorong harga saham, meskipun di sisi lain bisa menurunkan daya tarik obligasi.
Tidak hanya itu, PDB juga dapat digunakan untuk melakukan pengukuran terhadap daya beli masyarakat di suatu daerah. Sehingga apabila PDB meningkat, maka berarti daya beli masyarakat juga meningkat dan menunjukkan kesejahteraan yang lebih baik.
Itulah penjelasan mengenai apa itu PDB, jenis-jenis PDB, cara menghitung, hingga fungsinya. Dengan memahami PDB, kamu bisa lebih mudah menilai kesehatan ekonomi dan melihat bagaimana pertumbuhan negara memengaruhi kehidupanmu sehari-hari.












![[QUIZ] Pilih Ide Bisnis, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20240219/pexels-startup-stock-photos-7103-a56a4ee6b878557b98051ffe7f93ee25-bae414e6e8f3154ea4ce8f51e23c7387.jpg)
![[QUIZ] Tebak Mata Uang Negara Peserta Piala Dunia 2026, Bisa Benar Semua?](https://image.idntimes.com/post/20260626/upload_0ec4a90b2e5fbf77cf66f98a1bef4b24_40640ec0-fd9c-4a32-8b31-d5256ea468fd.jpg)



