ASDP Mau Integrasikan Merak-Bakauheni dan Ekspansi Rute Internasional

- ASDP dan KSP berkomitmen memperkuat PSN terkait integrasi kawasan Merak-Bakauheni, pengembangan Bakauheni Harbour City, dan ekspansi rute internasional Batam-Johor Bahru.
- Direktur Utama ASDP menegaskan pentingnya pengembangan BHC untuk mendukung pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah.
- ASDP mengoperasikan 309 lintasan, dengan 67% lalu lintas terkonsentrasi di Merak-Bakauheni, dan fokus pada peningkatan kapasitas pelabuhan untuk menghindari kemacetan di masa depan.
Jakarta, IDN Times - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) berkomitmen memperkuat Proyek Strategis Nasional (PSN), khususnya terkait integrasi kawasan Merak-Bakauheni, pengembangan Bakauheni Harbour City (BHC), serta ekspansi rute internasional Batam-Johor Bahru.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menegaskan, pengembangan kawasan Bakauheni Harbour City merupakan langkah krusial dalam mendukung pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah.
“Kami mengembangkan BHC sebagai waterfront destination, berbagai fasilitas wisata bahari, pusat kuliner, hingga kapsul hotel. Langkah ini tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian lokal,” ujar Heru, dikutip Senin (17/3/2025).
1. Apresiasi dan dukungan KSP kepada ASDP

Kepala Staf Kepresidenan, AM Putranto kemudian mengapresiasi transformasi layanan ASDP dalam meningkatkan konektivitas nasional.
“ASDP memiliki peran vital dalam menghubungkan wilayah strategis di Indonesia. Kami siap mendukung penguatan proyek-proyek ini melalui koordinasi dengan kementerian terkait, sehingga implementasinya dapat berjalan lebih cepat dan efektif,” kata AM Putranto.
2. Layanan ASDP di dalam negeri

Untuk saat ini, ASDP mengoperasikan 309 lintasan yang terdiri dari 70 persen lintasan perintis dan 30 persen lintasan komersial. BUMN penyeberangan ini juga mengelola 37 pelabuhan dan mengoperasikan 220 kapal, melayani lebih dari 50 juta penumpang dan 13,6 juta kendaraan per tahun.
Dari seluruh pergerakan tersebut, sekitar 67 persen lalu lintas terkonsentrasi di lintasan Merak-Bakauheni dan menjadikannya salah satu jalur penyeberangan tersibuk di dunia.
Dengan semakin meningkatnya volume kendaraan akibat konektivitas Tol Trans-Sumatera, ASDP menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelabuhan dan dermaga untuk menghindari kemacetan dalam 5-7 tahun ke depan.
"Oleh karena itu, perusahaan terus melakukan optimalisasi layanan melalui penguatan digitalisasi dan perbaikan infrastruktur, termasuk rehabilitasi toilet kapal dengan standar lebih baik demi kenyamanan pengguna jasa," ujar Heru.
3. Ekspansi rute internasional

Selain penguatan di dalam negeri, ASDP juga tengah menyiapkan ekspansi rute internasional Batam-Johor Bahru sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing transportasi maritim Indonesia.
ASDP pun telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, dan BP Batam untuk mempercepat perizinan lintasan ini.
Selain itu, ASDP menjajaki peluang kerja sama dengan Abu Dhabi Port guna memperkuat pengelolaan pelabuhan dan investasi infrastruktur penyeberangan internasional.
"Sebagai langkah konkret, ASDP akan mempercepat realisasi program quick wins, termasuk penguatan layanan berbasis digital, peningkatan kapasitas lintasan utama, serta percepatan pengembangan Bakauheni Harbour City," kata Heru.
"Dengan dukungan dari berbagai pihak, proyek integrasi Merak-Bakauheni dan ekspansi rute internasional diharapkan dapat segera terealisasi, membawa manfaat besar bagi konektivitas nasional serta pertumbuhan ekonomi di kawasan strategis," sambung dia.