Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Belanja Negara Tersisa Rp990 Triliun, Prabowo Minta K/L Efisiensi

2 min read
Belanja Negara Tersisa Rp990 Triliun, Prabowo Minta K/L Efisiensi
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Pemerintah masih perlu mengumpulkan pendapatan negara lebih dari Rp600 triliun pada November hingga Desember 2026.

  • Anggaran belanja sekitar Rp990 triliun masih harus direalisasikan hingga akhir tahun dengan tetap mengutamakan efisiensi.

  • Percepatan belanja diperbolehkan, tetapi penggunaannya harus sesuai target keluaran dan tata kelola yang baik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyampaikan, pemerintah masih harus mengumpulkan pendapatan negara lebih dari Rp600 triliun pada November hingga Desember 2026.

Hal itu disampaikan setelah dirinya melaporkan perkembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Oktober kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, realisasi pendapatan dan belanja negara hingga Oktober masih sesuai rencana.

"Untuk pendapatan negara kami harus mengumpulkan lagi November-Desember ini sekitar Rp600 triliun lebih," kata Suahasil kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

  1. 1. Belanja negara masih tersisa Rp990 triliun

    Ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)

    Pemerintah masih memiliki anggaran belanja sekitar Rp990 triliun yang perlu direalisasikan hingga akhir tahun. Suahasil mengatakan, Prabowo meminta seluruh kementerian dan lembaga (K/L) tetap mengutamakan efisiensi dalam menggunakan anggaran tersebut.

    "Belanja negara masih sekitar Rp990 triliun akan dibelanjakan. Nah, kami mengimbau untuk seluruh kementerian dan lembaga, Bapak Presiden memberikan arahan bahwa untuk belanja tetap harus dilakukan dengan efisien," ujar dia.

  2. 2. Pemerintah minta K/L tetap efisien meski belanja dipercepat

    Belanja Negara Tersisa Rp990 Triliun, Prabowo Minta K/L Efisiensi
    Ilustrasi anggaran atau APBN. (IDN Times/Aditya Pratama)

    Suahasil menjelaskan, realisasi belanja pemerintah biasanya meningkat menjelang penutupan tahun anggaran. Percepatan belanja tersebut diperbolehkan, tetapi harus tetap memperhatikan efisiensi dan tata kelola yang baik.

    Selain itu, penggunaan anggaran harus sesuai dengan target keluaran atau output yang telah ditetapkan saat kementerian dan lembaga mengajukan anggaran.

    "Efisiensinya harus tetap dikerjakan dan ini dengan teman-teman di Kementerian Keuangan saya mengimbau seluruh K/L untuk meningkatkan efisiensi di penghujung tahun anggaran karena kita membutuhkan efisiensi dalam belanja," tuturnya.

  3. 3. Pemerintah tetap mengejar pendapatan dan mengefisienkan belanja

    Ilustrasi APBN.
    Ilustrasi APBN. (Kemenkeu)

    Dia menegaskan, pemerintah akan terus mengupayakan penerimaan negara sekaligus menjaga efisiensi belanja. Rincian realisasi pendapatan dan belanja negara hingga akhir Oktober akan disampaikan dalam publikasi APBN KiTa pekan depan.

    "Pendapatannya tetap kita cari, pendapatan negara, tapi belanjanya terus kita efisiensikan," kata Suahasil.

Related Articles

See More