ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
BPS juga menilai dampak program MBG mulai terlihat nyata terhadap perekonomian. Mengacu pada data Kementerian Keuangan, realisasi anggaran MBG hingga Juni 2026 telah mencapai Rp98,8 triliun, dengan penyerapan pada kuartal II sebesar Rp44,7 triliun. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang hanya R2,9 triliun.
Menurut Edy, semakin besar belanja pemerintah direalisasikan, semakin besar pula dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi karena dana tersebut mengalir ke dunia usaha dan berputar di masyarakat.
"Setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah masuk ke dalam dunia usaha, kemudian berputar dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi," katanya.
Di sisi investasi, pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih turut menjadi penopang pertumbuhan. BPS mencatat sektor konstruksi tumbuh 6,68 persen pada kuartal II 2026, seiring meningkatnya aktivitas pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan koperasi tersebut.