BUMN Pangan Gandeng Ahli Peternakan Kembangkan Hilirisasi Ayam

- PT Berdikari menggandeng akademisi, badan riset, dan pelaku industri untuk merancang Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi melalui FGD yang digelar di Jakarta.
- Proyek HAT disebut mendukung ketahanan pangan nasional serta menjadi bagian dari program prioritas pemerintah dalam memperkuat industri peternakan berkelanjutan.
- Pelaksanaan hilirisasi ayam kini berada di bawah mandat Danantara dengan fase pertama telah dimulai di 11 lokasi termasuk pembangunan peternakan ayam terintegrasi.
Jakarta, IDN Times - Direktur Utama PT Berdikari Maryadi mendorong kerja sama antara akademisi, badan riset, dan pelaku industri peternakan dalam pengembangan Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT).
Hal itu disampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Jakarta, Jumat (8/5/2026). FGD tersebut menjadi forum konsolidasi antara pemerintah, akademisi, badan riset, hingga praktisi peternakan untuk merumuskan strategi penguatan hilirisasi industri peternakan nasional.
“Kami membuka inovasi kolaborasi untuk membuat atau mendesain proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi agar tercipta seperti harapan kita semua,” kata Maryadi dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/5/2026).
1. Kerja sama lintas sektor dinilai penting

Maryadi mengatakan, kerja sama lintas sektor diperlukan untuk mendukung kemandirian pangan nasional. Kolaborasi antara korporasi, peternak rakyat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam pengembangan industri peternakan.
“Kami selaku korporasi senang bisa membantu masyarakat, khususnya peternak rakyat maupun negara nanti bisa saling kolaborasi dengan semua stakeholder yang ada,” ujar dia.
FGD tersebut turut dihadiri Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI Prof. Ali Agus, Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian RI Harry Suhada, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Budi Guntoro.
Kemudian Kepala Pusat Riset Zoologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional Delicia Yunita Rahman bersama sejumlah akademisi dan ahli peternakan nasional.
2. HAT diklaim dukung ketahanan pangan

FGD tersebut juga menegaskan posisi PT Berdikari sebagai badan usaha milik negara (BUMN) peternakan yang berperan dalam menjaga stabilitas pangan dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi disebut menjadi salah satu proyek prioritas nasional yang dikawal pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan.
Pihaknya menyatakan, percepatan proyek HAT diharapkan dapat mendukung pengembangan industri peternakan nasional yang modern, mandiri, efisien, dan memiliki daya saing global menuju Indonesia Emas 2045.
3. Hilirisasi ayam masuk groundbreaking fase pertama

Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani menjelaskan, pelaksanaan program hilirisasi kini berada di bawah mandat Danantara. Fase pertama telah dilaksanakan pada 6 Februari 2024 di 11 titik.
Beberapa proyek yang masuk dalam fase tersebut di antaranya adalah smelter alumina di Kalimantan Barat, bio-avtur di Jawa Tengah, bioetanol dan pengolahan garam industri di Jawa Timur.
"Hingga beberapa pembangunan dari peternakan ayam terintegrasi di berbagai tempat di lokasi di Indonesia," ujarnya dalam kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) hilirisasi tahap kedua di Cilacap, Rabu (29/4/2026).
![[QUIZ] Cek Seberapa Jago Kamu Menebak Slogan Produk Terkenal Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20240930/kristian-egelund-wwqrpsnbpq4-unsplash-dd4f48bbcb8a9be6fc4e230575fa74bb.jpg)

















