Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia telah mengantongi realisasi investasi senilai Rp1.010 triliun hingga semester I-2026.
Hal itu diungkapkan Prabowo dalam pidato kenegaraan Sidang Tahunan MPR RI, dan Sidang Tahunan DPR & DPD RI tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dari realisasi investasi itu, menurut Prabowo, penciptaan lapangan kerjanya mencapai 1,4 juta orang.
Dia juga sebelumnya menyatakan sepanjang 2025 Indonesia berhasil mengantongi realisasi investasi Rp1.931 triliun, dan telah menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.
“Alhamdulillah karena kerja keras kita, karena kepercayaan rakyat kepada pemerintah, di tengah ketidakpastian global investasi tetap tumbuh,” ucap Prabowo.
Bagaimana faktanya?
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), data yang disampaikan Prabowo sama.
Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931,2 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 12,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024. Secara persentase, realisasi investasi mencapai 101,3 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp1.905,6 triliun.
Dari capaian tersebut, realisasi investasi mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 2.710.532 orang. Adapun realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp900,9 triliun atau 46,6 persdn dari total realisasi investasi tahun 2025. Angka ini tumbuh 0,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Sementara itu, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp1.030,3 triliun atau 53,4 persen dari total realisasi investasi sepanjang 2025. Realisasi PMDN tumbuh 26,6 persen dibandingkan periode yang sama 2024.
Pada semester I-2026, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen (yoy), dan berhasil menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia. Angka realisasi investasi itu setara 49,5 persen dari total target tahunan yang sebesar Rp2.041,3 triliun.
Sementara itu, total realisasi investasi semester I-2026, untuk PMA mencapai Rp507,6 triliun atau 50,2 persen, sedangkan PMDN sebesar Rp502,9 triliun atau 49,8 persen.
Mengacu pada data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang menjadi lembaga pemerintah resmi dalam mencatat realisasi investasi di Indonesia, maka pernyataan Prabowo sesuai dengan fakta.
