Minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) merupakan salah satu komoditas penting bagi perekonomian Indonesia. Selain menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai produk olahan, CPO juga menyumbang pendapatan ekspor serta mendukung produksi biodiesel. Karena itu, perubahan harganya dapat memengaruhi petani, pelaku usaha, konsumen, hingga kebijakan energi pemerintah.
Kementerian Perdagangan menetapkan harga referensi CPO Oktober 2026 sebesar US$1.042,15 per ton, naik 3,44 persen dari bulan sebelumnya. Di sisi lain, kekeringan yang berkaitan dengan El Niño mengganggu produksi dan distribusi sawit di Kalimantan Barat, sehingga menambah tantangan bagi industri. Berikut beberapa dampak kenaikan harga CPO bagi perekonomian Indonesia.
