Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir dalam acara Technology Innovation Investment Forum (TIIF) 2026. (IDN Times/Triyan)
Pandu menambahkan, Danantara menargetkan delapan proyek lainnya mulai dikerjakan pada Januari–Maret 2027. Bahkan, dalam dua pekan mendatang, empat proyek tambahan akan diumumkan dan dibuka untuk tender.
Pengembangan proyek WtE, lanjut Pandu, tidak hanya bertujuan mengolah sampah dan menghasilkan energi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
"Karena itu, fasilitas tersebut dirancang agar dapat menjadi daya tarik sekaligus ruang berkumpul bagi komunitas lokal," ucapnya.
Di luar proyek WtE, Danantara juga mengembangkan investasi di sektor energi, penerbangan, dan kendaraan listrik. Di sektor energi, Danantara berinvestasi bersama mitra lokal di perusahaan energi HighPeak Energy dengan target meningkatkan kapasitas produksi dari sekitar 50 ribu barel menjadi 100 ribu barel.
Di sektor penerbangan, Danantara menjalin kerja sama dengan SMBC Aviation Capital untuk mengembangkan bisnis pembiayaan dan penyewaan pesawat. Danantara juga mendorong pengembangan bus listrik bersama produsen dalam negeri untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.
Pandu menegaskan, setiap investasi Danantara mempertimbangkan potensi imbal hasil komersial dan dampak strategis.
"Danantara juga menerapkan manajemen risiko, tata kelola berlapis, dan disiplin keuangan untuk menjaga keberlanjutan investasi serta mendorong partisipasi modal swasta," tuturnya.