Jakarta, IDN Times - Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) tiba-tiba diramaikan oleh pejabat Jumat (16/10/2026) siang ini. Hal itu menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai Morgan Stanley Capital International (MSCI) Inc akan membertimbangkan menurunkan status pasar saham Indonesia menjadi Standalone Market dari Emerging Market.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad; dan Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani mendatangi Gedung BEI. Keduanya tiba sekitar pukul 13.00 WIB.
Dasco dan Rosan mendatangi gedung BEI mengenakan setelan jas hitam. Tak lama, sekitar pukul 13.44 WIB, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto juga tiba di BEI.
Ketiganya tak menjelaskan apa maksud dan tujuannya mendatangi gedung BEI. Sementara sebelumnya, jajaran direksi BEI telah melaksanakan konferensi pers terkait tanggapan pengumuman baru MSCI Inc.
Dalam konferensi pers itu, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik absen. Pihak yang menjadi narasumber adalah Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi; Direktur Penilaian Perusahaan, Saidu Solihin; Direktur Pengawas Transaksi dan Kepatuhan BEI, Yulianto Aji Sadono; dan Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko, Abdul Munim.
Iding menjelaskan, Standalone Market bukanlah klasifikasi terendah BEI. Standalone termasuk dalam klasifikasi khusus yang berbeda dengan klasifikasi standar. Adapun klasifikasi standar mencakup Developed Market, Emerging Market, dan Frontier Market.
“Jadi klasifikasi standarnya kan Advanced (Developed) Market, kemudian Emerging Market, dan Frontier Market. Standalone Market ini klasifikasi khusus, antara lain biasanya untuk market-market yang baru yang memerlukan further investigation atau pengawasan lebih lanjut,” ucap Iding di kantor BEI, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Iding mengatakan, skala pasar modal Indonesia tetap masuk dalam klasifikasi Emerging Market. Namun, MSCI menetapkan pasar modal masuk dalam klasifikasi Emerging Market bukan hanya dari skala, tapi juga kualitas pasarnya.
“Quality itu mengenai investability, transparency, integrity gitu ya. Itu menjadi pertimbangan juga. Nah, mereka menganggap bahwa terkait dengan quality daripada market kita itu perlu diuji lebih lanjut,” ujar Iding.
