Dirut Pertamina Tinjau Pangsung Percepatan Pemulihan BBM di Bali

Pertamina mempercepat pemulihan distribusi BBM Bali setelah kendala di sejumlah SPBU, dengan pengawasan langsung manajemen serta koordinasi bersama pemerintah daerah.
Dua kapal membawa 20 juta liter Pertalite pada 16 Oktober 2026, sementara stok terminal mencapai sekitar 48 juta liter dan tambahan 57,9 juta liter dijadwalkan tiba.
Pertamina Patra Niaga mengoperasikan 108 mobil tangki dengan 465 awak, memperluas layanan SPBU 24 jam dan penjualan BBM literan untuk mempercepat pelayanan.
Jakarta, IDN Times - PT Pertamina (Persero) mempercepat pemulihan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali dengan memperkuat pasokan dan mengoptimalkan armada penyaluran.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat kembali terpenuhi, menyusul kendala distribusi yang berdampak pada pelayanan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, meninjau langsung penanganan distribusi BBM di Bali bersama Gubernur Bali, I Wayan Koster, dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, pada Kamis malam (15/10/2026).
Pertamina juga memperkuat koordinasi di lapangan untuk mempercepat penyaluran BBM dan memulihkan layanan kepada masyarakat.
1. Pertamina tambah pasokan 20 juta liter Pertalite

Pertamina Patra Niaga Siagakan 108 Mobil Tangki, Distribusi BBM di Bali Dipercepat. (Dok/Istimewa). Pertamina mendatangkan dua kapal pengangkut BBM ke Bali pada 16 Oktober 2026 dengan total muatan 20 juta liter Pertalite. Pasokan tersebut disalurkan melalui dua terminal untuk memperkuat ketersediaan BBM di wilayah tersebut.
Sebanyak 16 juta liter Pertalite masuk melalui Integrated Terminal Manggis menggunakan kapal MT Pangkalan Brandan. Sementara itu, 4 juta liter lainnya disalurkan melalui Fuel Terminal Sanggaran menggunakan kapal MT Asian Rigel.
Per 17 Oktober 2026, stok BBM di Terminal Sanggaran dan Manggis telah ditingkatkan hingga sekitar 48 juta liter. Pertamina juga memperkuat pasokan sekitar 57,9 juta liter BBM yang dijadwalkan tiba secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026.
“Kami terus mengerahkan seluruh sumber daya dan memastikan setiap langkah penanganan berjalan efektif, mulai dari kedatangan pasokan, distribusi ke SPBU, hingga pelayanan kepada masyarakat. Saya juga meminta seluruh jajaran di Pertamina untuk terus berada di lapangan, memantau perkembangan, dan segera menindaklanjuti setiap kendala yang ditemukan,” ujar Simon, Sabtu (17/10/2026).
2. Sebanyak 108 mobil tangki dikerahkan untuk distribusi BBM

Pertamina Patra Niaga siagakan 108 tangki BBM. (Dok/Istimewa). Selain memperkuat pasokan, Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan penyaluran BBM dengan mengoperasikan 108 mobil tangki dan melibatkan 465 Awak Mobil Tangki (AMT).
Penguatan armada dan personel ini ditujukan untuk mempercepat distribusi dari terminal menuju SPBU.
Pertamina juga mengoptimalkan operasional terminal dan memperluas layanan SPBU selama 24 jam. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penyaluran BBM, terutama ke lokasi yang masih mengalami peningkatan kebutuhan dan antrean kendaraan.
3. Penjualan BBM secara literan turut diperluas

Ilustrasi SPBU Pertamina. (dok. Pertamina Retail) Untuk membantu mempercepat pelayanan, Pertamina juga menyediakan layanan penjualan BBM secara literan. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari langkah penanganan distribusi di tengah kebutuhan masyarakat yang perlu segera dipenuhi.
Pertamina terus mengevaluasi perkembangan pemulihan distribusi yang dijalankan Pertamina Patra Niaga. Pemantauan kondisi SPBU dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait juga dilakukan untuk mengidentifikasi kendala penyaluran di lapangan.
Perusahaan berharap percepatan distribusi dapat memulihkan layanan BBM secara bertahap, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan sektor pariwisata Bali.
Penguatan pasokan, armada, personel, dan koordinasi menjadi bagian dari upaya Pertamina menjaga kelancaran penyaluran energi bagi masyarakat.


















