Jakarta, IDN Times - Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) menyebut aksi demonstrasi yang digelar kemarin tidak serta merta membuat investor asing membatalkan keputusan investasinya di Indonesia. Investor dinilai memahami bahwa demonstrasi merupakan bagian dari dinamika demokrasi.
Ketua ASPEBINDO, Anggawira menjelaskan investor pada dasarnya tidak hanya melihat besarnya jumlah massa dalam sebuah aksi demonstrasi. Mereka juga mencermati bagaimana pemerintah dan aparat mengelola keamanan, menjaga kepastian hukum, serta memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan.
Risiko terhadap investasi baru akan meningkat apabila demonstrasi berkembang menjadi ketidakstabilan berkepanjangan. Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas ekonomi, rantai pasok dan logistik, hingga menimbulkan ketidakpastian terhadap arah kebijakan pemerintah.
"Risiko meningkat apabila demonstrasi berkembang menjadi ketidakstabilan berkepanjangan, menimbulkan gangguan logistik, atau direspons dengan kebijakan yang tidak konsisten. Investor tidak hanya melihat jumlah massa, tetapi juga kualitas pengelolaan keamanan, komunikasi pemerintah, kepastian hukum, dan kemampuan negara menjaga aktivitas ekonomi," tegasnya kepada IDN Times, Jumat (28/8/2026).
