Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dilanda Krisis Ekonomi, Ribuan Warga Bolivia Blokade La Paz

Dilanda Krisis Ekonomi, Ribuan Warga Bolivia Blokade La Paz
suasana gedung pencakar langit di La Paz, Bolivia (EEJCC, CC0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Ribuan warga Bolivia memblokade jalan menuju La Paz selama lebih dari sepekan, menuntut Presiden Rodrigo Paz mundur serta meminta stabilisasi ekonomi dan penghentian privatisasi BUMN.
  • Pemerintah Bolivia mengerahkan 2.500 polisi dan 1.000 personel militer untuk membuka blokade, sambil menegaskan komitmen menghindari kekerasan dan membuka dialog dengan para demonstran.
  • Argentina mengirim dua pesawat Hercules berisi bantuan makanan ke La Paz, sementara delapan negara Amerika Latin mengecam blokade yang menyebabkan kelangkaan kebutuhan pokok dan korban jiwa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ribuan warga di Bolivia mengadang dan memblokade jalan menuju ke ibu kota La Paz selama lebih dari sepekan Mereka juga mendesak Presiden Bolivia, Rodrigo Paz untuk mundur dari jabatannya. 

Dilansir Deutsche Welle, blokade dan demonstrasi telah melumpuhkan ibu kota Bolivia itu dalam beberapa hari terakhir. Sementara, demonstrasi kali ini diikuti oleh penambang, petani, guru sekolah, warga pribumi, dan lainnya yang mendesak stabilisasi ekonomi, kenaikan gaji, dan penyetopan privatisasi badan usaha milik negara (BUMN).

Sebelum terjadi kerusuhan antara demonstran dan polisi, diketahui 20 perwakilan penambang sudah bertemu dengan presiden. Pemerintah setempat mengatakan siap untuk membuka dialog dengan demonstran untuk menyelesaikan masalah. 

1. Pemerintah berjanji tidak akan melakukan kekerasan

ilustrasi bendera Bolivia (unsplash.com/@mlshajder)
ilustrasi bendera Bolivia (unsplash.com/@mlshajder)

Menteri Dalam Negeri Bolivia, Jose Luiz Galvez mengatakan, pemerintah memastikan akan melakukan segala upaya untuk menghindari kerusuhan dan korban. Pernyataan ini setelah adanya perintah untuk menggerakkan polisi dan tentara untuk membuka blokade. 

“Kami akan melakukan segala upaya untuk menghindari pertumpahan darah akibat penggunaan kekerasan dari semua pihak,” ungkapnya, dikutip dari EFE, Senin (18/5/2026).

Dalam operasi ini, pemerintah sudah mengerahkan 2.500 polisi dan 1.000 personel militer. Mereka ditugaskan untuk membuka jalan utama yang menghubungkan La Paz dan El Alto ke seluruh negeri. 

2. Bolivia minta bantuan Argentina untuk kirim makanan ke La Paz

ilustrasi bendera Argentina (pexels.com/@pikeriel)
ilustrasi bendera Argentina (pexels.com/@pikeriel)

Presiden Paz mengucapkan terima kasih kepada Argentina yang bersedia mengirimkan dua pesawat Hercules C-130 ke Bolivia. Pesawat tersebut digunakan untuk mengirimkan makanan dan kebutuhan lainnya ke La Paz dan El Alto. 

“Terima kasih mendalam dari saya untuk Presiden Argentina, Javier Milei atas bantuan pesawat Hercules ke Bolivia. Keputusan ini tidak hanya memperkuat hubungan kedua negara, tapi juga membantu warga Bolivia yang terdampak,” ujarnya, dilansir Mercopress.

3. Negara Amerika Latin tolak upaya perusakan stabilitas di Bolivia

suasana demonstrasi di La Paz, Bolivia
suasana demonstrasi di La Paz, Bolivia (Qhanaaru, CC0, via Wikimedia Commons)

Menanggapi blokade La Paz selama 11 hari, sejumlah negara Amerika Latin, seperti Argentina, Chile, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Panama, Paraguay, dan Peru menolak aksi tersebut. Kedelapan negara itu menyebut bahwa blokade jalan tersebut sebagai upaya perusakan stabilitas dan demokrasi di Bolivia. 

Blokade ibu kota Bolivia ini telah mengakibatkan kelangkaan makanan, bahan bakar minyak (BBM), dan obat-obatan. Pemblokiran ini telah menyebabkan setidaknya tiga orang tewas karena tidak mendapatkan obat-obatan dan penanganan medis. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More