Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Mengapa Belum Terasa di Masyarakat?
Pemerintah menyampaikan perkembangan pertumbuhan ekonomi nasional di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/5/2026). (setneg.go.id/BPMI Setpres)
  • Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, melampaui perkiraan 5,10 persen, tetapi melambat dari 5,61 persen pada triwulan sebelumnya.
  • Konsumsi rumah tangga naik 5,06 persen namun melambat; kehati-hatian belanja, kenaikan harga, dan ketergantungan daya beli pada pendapatan serta lapangan kerja membatasi manfaat pertumbuhan.
  • Belanja pemerintah tumbuh 15,97 persen dan investasi 6,87 persen menopang ekonomi; realisasi investasi Rp511,8 triliun menyerap 742.293 tenaga kerja, sementara inflasi Juni mencapai 3,34 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pontianak, IDN Times - Ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Capaian tersebut melampaui perkiraan pasar, tetapi melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,61 persen.

Pertumbuhan di atas 5 persen memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih bergerak di tengah ketidakpastian global. Namun, angka Produk Domestik Bruto atau PDB tidak otomatis menggambarkan pengalaman ekonomi setiap rumah tangga.

Masyarakat akan lebih mudah merasakan pertumbuhan ketika pendapatan meningkat, lapangan kerja bertambah, harga kebutuhan terkendali, dan usaha kecil memperoleh lebih banyak pelanggan.

1. Pertumbuhan 5,29 persen masih melampaui perkiraan

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. (bps.go.id)

Dilansir Reuters, Produk Domestik Bruto Indonesia tumbuh 5,29 persen pada April hingga Juni 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut lebih tinggi daripada perkiraan median ekonom sebesar 5,10 persen. Secara triwulanan, ekonomi tumbuh 3,73 persen tanpa penyesuaian musiman.

Meski melampaui perkiraan, pertumbuhan tersebut lebih lambat daripada triwulan I 2026 yang mencapai 5,61 persen. Pada awal tahun, kegiatan ekonomi mendapat dorongan dari Ramadan, Idulfitri, pembayaran tunjangan hari raya, serta peningkatan mobilitas masyarakat. Setelah momentum itu berakhir, laju pertumbuhan kembali bergerak lebih normal.

2. Konsumsi rumah tangga tumbuh, tetapi lajunya melambat

Keyakinan konsumen Indonesia tetap berada pada zona optimis pada Juni 2026 meski lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. (bi.go.id)

Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06 persen pada triwulan II 2026, lebih rendah dibandingkan 5,52 persen pada triwulan sebelumnya. Kondisi ini perlu diperhatikan karena konsumsi rumah tangga menyumbang sekitar separuh perekonomian Indonesia. Perlambatan konsumsi dapat memengaruhi penjualan ritel, omzet UMKM, hingga kegiatan sektor jasa.

Masyarakat sebenarnya masih berbelanja lebih banyak daripada periode yang sama tahun lalu. Namun, konsumen cenderung semakin berhati-hati dalam menentukan pengeluaran karena harus menyesuaikan pendapatan dengan kebutuhan sehari-hari. Bagi pelaku usaha, keadaan tersebut menjadi alasan untuk menawarkan produk yang terjangkau, relevan, dan memiliki manfaat yang jelas.

Dilansir Bank Indonesia, konsumsi rumah tangga juga didukung bantuan pangan, potongan tarif transportasi, serta program magang dan pelatihan vokasi. Stimulus tersebut membantu menjaga permintaan domestik, tetapi kekuatan daya beli dalam jangka panjang tetap bergantung pada pendapatan dan ketersediaan lapangan kerja.

3. Investasi dan belanja pemerintah menjadi penopang

Realisasi investasi Indonesia pada triwulan II 2026 mencapai Rp511,8 triliun dan menyerap 742.293 tenaga kerja. (data.bkpm.go.id/Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM)

Pengeluaran pemerintah tumbuh 15,97 persen pada triwulan II 2026. Belanja negara dapat menggerakkan ekonomi melalui pembayaran pegawai, pembangunan infrastruktur, program sosial, serta pengadaan barang dan jasa. Dampaknya akan lebih luas apabila pelaksanaan program pemerintah ikut melibatkan pelaku usaha lokal.

Investasi juga tumbuh 6,87 persen dan menjadi salah satu penopang ekonomi ketika konsumsi melambat. Kegiatan konstruksi menguat seiring pembangunan infrastruktur, kawasan industri, dan berbagai fasilitas pendukung kegiatan ekonomi. Perkembangan tersebut dapat memperluas kapasitas produksi sekaligus menciptakan kesempatan kerja baru.

Data realisasi investasi menunjukkan investasi pada triwulan II 2026 mencapai Rp511,8 triliun, tumbuh 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi tersebut menyerap 742.293 tenaga kerja Indonesia. Dilansir Sekretariat Negara, Rosan P. Roeslani menyatakan pemerintah terus menjaga dan meningkatkan iklim investasi melalui kebijakan yang memberikan kepastian bagi dunia usaha.

4. Pertumbuhan harus terasa dalam kehidupan masyarakat

Inflasi Indonesia pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,34 persen secara tahunan. (bps.go.id)

Kenaikan harga menjadi salah satu alasan pertumbuhan ekonomi belum selalu terasa merata. BPS mencatat inflasi Indonesia pada Juni 2026 sebesar 3,34 persen secara tahunan. Ketika harga pangan, transportasi, tempat tinggal, dan kebutuhan lainnya meningkat, tambahan pendapatan masyarakat dapat terasa semakin kecil.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pertumbuhan sebesar 5,29 persen masih “belum cukup kuat”. Pemerintah menargetkan pertumbuhan 5,4 persen dalam APBN 2026 dan berupaya mendorongnya mendekati 6 persen. Target tersebut perlu dicapai dengan tetap menjaga inflasi, nilai tukar rupiah, dan stabilitas ekonomi.

Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi tidak cukup dinilai dari tingginya angka PDB. Pertumbuhan akan lebih bermakna apabila mampu menciptakan pekerjaan, meningkatkan penghasilan, memperluas pasar UMKM, dan menjaga kebutuhan masyarakat tetap terjangkau. Angka 5,29 persen merupakan kabar positif, tetapi pemerataan manfaatnya tetap menjadi pekerjaan penting.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article