Jakarta, IDN Times - Video lawas almarhum Faisal Basri, ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) kembali viral di media sosial. Dalam diskusi yang digelar Beranda Politik dengan judul Alarm Krisis: Ekonomi Kita Rentan, Faisal meramal rupiah bakal jeblok, dinamika politik memanas, hingga potensi krisis di Indonesia pada 2026.
Faisal menyebut, potensi krisis berasal dari pelemahan nilai tukar rupiah ke level Rp18 ribu hingga Rp19 ribu per dolar Amerika Serikat (AS). Faisal memperingatkan pelemahan rupiah yang tajam berpotensi membuat kondisi ekonomi semakin sulit dikendalikan, terutama karena keterbatasan anggaran negara untuk membiayai subsidi, sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak lagi memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menanggung beban tersebut.
“Nah jadi kalau nanti rupiahnya ke-18 (ribu) sampai lagi ke-19 (ribu), sudah kacau semua, enggak bisa terkendali, subsidi enggak bisa lagi dari APBN, karena dari mana lagi? Enggak ada kan? Habis buat yang lain-lain,” kata Faisal dalam diskusi yang digelar pada Mei 2024, dikutip dari YouTube Teater Utan Kayu.
Selain pelemahan nilai tukar rupiah dan persoalan ekonomi, dia meramal akan terjadi konflik politik antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi).
“Nah pada saat yang bersamaan terjadi konflik politik, saya rasa sebentar lagi Prabowo akan meninggalkan Jokowi. Jokowi-nya kecewa, macam-macam, mulai tensions, gitu-gitu,” ujar Faisal.
Yang mencengangkan, dia meramal kondisi itu terjadi paling lama pada tahun ini.
“Nah, kalau politik dan ekonominya nyatu, itulah krisis. Itu terjadi yang saya perkirakan paling lama 2026,” ujar Faisal.