Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gapki Khawatir DSI Ganggu Pasar Ekspor Sawit yang Sudah Terbentuk

Gapki Khawatir DSI Ganggu Pasar Ekspor Sawit yang Sudah Terbentuk
Perkebunan kelapa sawit yang berada di kawasan Ibukota Nusantara, Sabtu (28/3/2026). (IDN Times/Sri Wibisono)
Intinya Sih
  • Gapki menilai pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) perlu dikelola hati-hati agar tidak menimbulkan ketidakpastian baru di tengah tekanan harga CPO yang sedang turun.
  • Eddy Martono khawatir keberadaan DSI bisa menggeser peran trader kecil yang selama ini melayani ekspor sawit ke pasar-pasar tertentu dengan volume terbatas.
  • Kebutuhan spesifik dari importir luar negeri dinilai menjadi tantangan bagi DSI, karena fleksibilitas layanan sangat penting untuk menjaga loyalitas dan keberlanjutan pasar ekspor sawit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Eddy Martono menyoroti sejumlah potensi dampak dari pembentukan BUMN ekspor, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) terhadap industri ekspor kelapa sawit nasional. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu dikelola hati-hati agar tidak memicu ketidakpastian baru di tengah tekanan harga crude palm oil (CPO).

Eddy mengatakan, selama ini ekosistem ekspor sawit Indonesia sudah terbentuk dengan karakter pasar yang beragam, mulai dari perusahaan perkebunan besar hingga trader yang melayani pasar tertentu dengan volume kecil.

1. Gapki khawatir trader kecil kehilangan ruang pasar

Gapki Khawatir DSI Ganggu Pasar Ekspor Sawit yang Sudah Terbentuk
Infografis Skema PP Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA. (IDN Times/Sukma Shakti)

Eddy menjelaskan, tidak semua eksportir sawit merupakan perusahaan perkebunan yang memiliki industri hilir terintegrasi. Banyak eksportir yang selama ini bergerak sebagai perusahaan trading atau trader.

“Tidak semua eksportir ini adalah perusahaan perkebunan yang juga mempunyai industri hilir,” kata Eddy kepada IDN Times, Minggu (24/5/2026).

Menurut dia, keberadaan DSI perlu memperhatikan nasib perusahaan trading yang selama ini melayani ekspor ke negara-negara tertentu dengan volume cenderung tidak besar.

“Banyak juga perusahaan trading atau trader-trader yang melayani volume tidak besar ke negara-negara tertentu. Dengan adanya badan bagaimana nasib perusahaan-perusahaan seperti ini?” ujar Eddy.

2. Permintaan khusus importir dinilai jadi tantangan

Gapki Khawatir DSI Ganggu Pasar Ekspor Sawit yang Sudah Terbentuk
ilustrasi ekspor-impor (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain soal struktur pasar, Eddy menilai, kebutuhan industri di negara tujuan ekspor juga sangat spesifik. Setiap importir, kata dia, bisa memiliki permintaan komposisi produk yang berbeda-beda.

“Pesanan para importir untuk industri biasanya mereka minta komposisi khusus, jadi industri yang sama belum tentu pesanannya sama,” katanya.

Dia mempertanyakan apakah model bisnis DSI nantinya mampu melayani kebutuhan pasar yang sangat detail dan beragam tersebut. Sebab, fleksibilitas layanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga loyalitas pembeli luar negeri.

3. Harga CPO jatuh di tengah ketidakpastian pasar

Gapki Khawatir DSI Ganggu Pasar Ekspor Sawit yang Sudah Terbentuk
ilustrasi brondolan dari tandan buah segar (TBS) atau buah sawit. (IDN Times/Trio Hamdani)

Eddy juga mengingatkan agar pembentukan DSI tidak memicu hilangnya pasar ekspor yang selama ini sudah dimiliki masing-masing eksportir.

“Para eksportir biasanya sudah memiliki pasar sendiri-sendiri, jangan sampai kita akan kehilangan pasar kalau tidak bisa dikelola dengan baik,” ujarnya.

Di sisi lain, industri sawit saat ini juga sedang menghadapi tekanan harga. Eddy mengatakan, harga CPO sudah turun hingga Rp2.000, yang kemudian berdampak terhadap harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani.

“Saat ini harga CPO jatuh sampai Rp2 ribu, ujung-ujungnya harga TBS juga jatuh karena masalah ketidakpastian,” kata dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More