Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Minyak Dunia Melonjak Pekan Ini, Sempat Tembus 100 Dolar AS
Ilustrasi kenaikan harga minyak mentah dunia. (Ilustrasi buatan AI/IDN Times)

Jakarta, IDN Times - Memanasnya tensi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Selat Hormuz, serta Yaman dan Arab Saudi di Laut Merah pekan ini menyebabkan harga minyak mentah dunia melesat.

Harga minyak mentah Brent sempat menyentuh 100 dolar AS per barel pada Kamis, (23/7) kemarin. Harga Brent terakhir kali menyentuh 100 dolar AS bulan Mei lalu.

Dilansir CNBC, Minggu (26/7/2026), kenaikan itu juga didorong oleh ancaman serangan dari kelompok Houthi Yaman terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi.

1. Harga minyak dunia naik hampir 10 persen pekan ini

ilustrasi sumur minyak mentah (freepik.com)

Dilansir Economic Times, Minyak Brent mengakhiri pergerakan di 96,78 dolar AS pekan ini, turun 3,91 dolar AS atau 3,88 persen.

Namun, selama satu pekan, terhitung sejak Senin, (20/7), kenaikannya hampir menyentuh 10 persen.

2. Harga minyak mentah WTI juga melonjak

Ilustrasi kilang minyak. (unsplash.com/Patrick Hendry)

Sama dengan Brent, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga melonjak seiringan dengan konflik yang memanas di Timur Tengah.

Kenaikan harga minyak mentah WTI sepekan ini mencapai 8,27 persen. Namun, pada Jumat, (24/7), perdagangan minyak WTI berakhir dengan koreksi 2,88 dolar AS atau 3,12 persen ke 89,31 per barel.

3. Badai bagi pasar

Ilustrasi kapal tanker yang melewati Selat Hormuz. (Unsplash.com/Alexandr Popadin)

Kepala Analis Global Risk Management, Arne Rasmussen mengatakan, kedua konflik itu adalah badai bagi pasar.

“Sekarang ada serangan Laut Merah. Pasar mungkin terjebak di sisi yang salah. Semuanya bergerak ke arah yang salah,” kata Rasmussen.

Baik Selat Hormuz maupun Laut Merah menjadi jalur utama dalam perdagangan minyak mentah dunia. Sebelum konflik ini, satu per lima aliran minyak dan gas dunia melalui Bab el-Mandeb, jalur sempit yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden. Meski tak banyak yang memperhatikan seperti Selat Hormuz, jalur sempit itu menjadi salah satu koridor maritim paling penting di dunia.

Rasmussen mengatakan, sekitar 13 persen pengiriman minyak mentah dunia melewati jalur tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article