Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
Di sela agenda investasi di London, Rosan juga bertemu Chairman Prudential plc, Sir Douglas Flint. Dalam pertemuan tersebut, Rosan hadir sekaligus sebagai Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Keduanya membahas peluang pengembangan bisnis dan kelanjutan investasi Prudential di Indonesia, terutama pada industri asuransi dan layanan keuangan.
Ada tiga bidang yang menjadi pembahasan, yakni pengembangan layanan asuransi dan kesehatan yang terintegrasi, peningkatan literasi serta inklusi keuangan, dan pengembangan talenta serta teknologi asuransi. Dua teknologi yang turut dibahas adalah insurance technology (InsurTech) dan kecerdasan buatan (AI).
Pemerintah juga menargetkan penetrasi asuransi di Indonesia mencapai 3,2 persen pada 2027. Untuk menarik investasi di sektor tersebut, pemerintah menawarkan sejumlah insentif. Salah satunya adalah pengurangan penghasilan kena pajak hingga 200 persen melalui skema super tax deduction bagi perusahaan yang menyelenggarakan program vokasi. Ada pula fasilitas perpajakan bagi lembaga keuangan yang beroperasi di Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).
Rosan turut menyampaikan perubahan aturan perizinan investasi melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025. Aturan yang diterbitkan pada 2025 itu memberikan kewenangan kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM untuk menerbitkan persetujuan dan perizinan secara otomatis apabila seluruh persyaratan permohonan telah terpenuhi.
"Langkah ini dilakukan untuk memberikan kepastian yang lebih besar bagi investor dalam memperoleh persetujuan dan perizinan," kata Rosan.