Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Investasi Perlu Tumbuh 7 Persen untuk Kejar Target Ekonomi 6 Persen

3 min read
Investasi Perlu Tumbuh 7 Persen untuk Kejar Target Ekonomi 6 Persen
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)
  • Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027, yang membutuhkan investasi tumbuh sekitar 7 persen melalui dukungan APBN, Danantara, dan kemitraan swasta.
  • Indonesia memperkenalkan peluang investasi di ekosistem AI, kawasan industri, dan hilirisasi timah; sejumlah komitmen telah dijajaki oleh Batang, JIEP, Titanium Capital, serta mitra mereka.
  • Ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026, dengan pertumbuhan kuartalan 1,59 persen dan pertumbuhan kumulatif hingga September sebesar 5,45 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyebut investasi perlu tumbuh sekitar 7 persen pada 2027 untuk menopang target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen.

Suahasil mengatakan, peningkatan investasi menjadi salah satu faktor penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut.

Karena itu, pemerintah berupaya menjaga iklim investasi tetap kondusif melalui sinergi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Danantara, serta kemitraan dengan sektor swasta.

“Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027, investasi perlu tumbuh sekitar 7 persen. Karena itu, pemerintah terus mendorong iklim investasi yang kondusif melalui dukungan APBN, Danantara, serta kemitraan dengan sektor swasta,” ujar Suahasil dalam acara Indonesia Investment Forum 2026 di London, Kamis (5/11), dikutip dari akun Instagram resmi Kementerian Keuangan, @menkeuri.

  1. 1. Ada sejumlah peluang kerja sama

    ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)
    ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)

    Dalam forum tersebut, Suahasil bersama Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya Desra Percaya turut membahas peluang investasi dan penguatan kemitraan dengan investor.

    Sejumlah peluang kerja sama yang diperkenalkan meliputi pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pemanfaatan kawasan industri, hingga hilirisasi timah.

    "Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendorong adopsi teknologi baru dan meningkatkan nilai tambah industri di dalam negeri," katanya.

  2. 2. Deretan komitmen investasi yang disepakati

    ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)
    ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)

    Adapun sejumlah komitmen investasi yang disepakati antara lain penjajakan pengembangan ekosistem AI antara PT Kawasan Industri Terpadu Batang dan Axelera AI. Selain itu, terdapat kerja sama pemanfaatan lahan industri antara PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dan BlackInk Co-operation, Ltd., serta penyampaian Letter of Intent (LoI) oleh Titanium Capital untuk proyek hilirisasi timah atau Tin Downstream Industry.

    Suahasil berharap kemitraan investasi tersebut dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat industri nasional. Selain itu, investasi diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja serta memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

  3. 3. Pertumbuhan ekonomi kuartal III capai 5,47 persen

    Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)

    Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen (year on year). Capaian tersebut tercermin dari nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp6.741 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun.

    "Secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 1,59 persen dibandingkan kuartal II 2026. Dengan demikian, secara kumulatif hingga kuartal III 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 persen," beber Edy dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/11/2026).

    Menurut Edy, pertumbuhan ekonomi secara kuartalan tersebut sejalan dengan pola musiman yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III umumnya lebih rendah dibandingkan kuartal II.

    Sebagai perbandingan, ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tumbuh sebesar 3,73 persen secara kuartalan. Dengan demikian, pertumbuhan pada kuartal III mengalami perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya. Meski demikian, secara tahunan ekonomi Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,47 persen dibandingkan kuartal III 2025.

Related Articles

See More