Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa aliran modal asing yang masuk ke Indonesia sepanjang 2026 mencapai Rp131,1 triliun. Pemerintah, kata Suahasil, akan terus menjaga kepercayaan investor untuk mempertahankan arus masuk modal tersebut.
"Kepercayaan investor tetap kita pastikan supaya lebih kuat. Akumulasi 2026 inflow-nya, total akumulasinya adalah Rp 131,1 triliun," ujar Suahasil.
Suahasil mengakui arus modal asing sempat mengalami kontraksi pada awal 2026. Namun, pada kuartal II-2026, aliran modal masuk melonjak hingga Rp140,6 triliun sebelum mengalami moderasi pada kuartal III-2026. Memasuki kuartal IV-2026, arus modal asing kembali menunjukkan tren positif. Hingga 7 Oktober 2026, aliran modal masuk tercatat mencapai Rp22,01 triliun.
Menurutnya, instrumen Surat Berharga Negara (SBN) menjadi salah satu pendorong aliran modal asing ke Indonesia. Instrumen tersebut menarik aliran modal masuk sebesar Rp36,7 triliun. Bahkan, dalam enam hari pertama Oktober 2026, SBN berhasil menarik modal asing hampir Rp8 triliun.
"SRBI juga mengundang inflow Rp 178,6 triliun. Kita tahu SRBI dikeluarkan oleh Bank Indonesia, tenornya adalah tenor pendek. Kalau SBN, ada yang berjangka pendek, tetapi mayoritas berjangka panjang. Tenor yang semakin panjang mencerminkan kepercayaan terhadap surat berharga Republik Indonesia," tambah Suahasil.
Di sisi lain, instrumen saham masih mencatatkan aliran modal keluar (outflow) sebesar Rp 84,2 triliun dalam setahun terakhir. Meski demikian, Suahasil menilai koordinasi erat antara kebijakan fiskal dan moneter dapat membantu meredam tekanan tersebut. Menurutnya, arus modal masuk melalui SBN dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mampu mengimbangi arus keluar modal di pasar saham.