ilustrasi Rusia (pexels.com/Evgeniy Kostyunin)
Bagi masyarakat, membawa uang tunai kini bukan lagi kebiasaan lama yang dianggap ketinggalan zaman. Banyak orang melakukannya sebagai bentuk antisipasi ketika internet kembali dimatikan atau sistem pembayaran digital mengalami gangguan. Bahkan, ada pelanggan yang mendapat potongan harga ketika memilih membayar secara tunai karena dianggap lebih menguntungkan bagi penjual.
Di sisi lain, ekonomi Rusia juga sedang melambat. Pemerintah memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada 2026 hanya sekitar 0,4 persen, menjadi salah satu yang terendah sejak 2022. Kondisi tersebut membuat masyarakat dan pelaku usaha berusaha mencari cara paling aman untuk menjaga keuangan mereka, meski langkah itu justru mempersulit pemerintah dalam meningkatkan penerimaan pajak.
Fenomena kembalinya penggunaan uang tunai di Rusia menunjukkan bahwa kemajuan teknologi gak selalu membuat transaksi digital menjadi pilihan utama. Ketika internet sering terganggu, pajak meningkat, dan ekonomi sedang menghadapi tekanan, masyarakat cenderung memilih cara pembayaran yang dianggap paling aman dan dapat diandalkan.
Di sisi lain, tren ini juga menjadi tantangan baru bagi pemerintah karena semakin banyak transaksi yang berlangsung di luar sistem resmi. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kebijakan keamanan, perpajakan, dan stabilitas ekonomi ternyata saling berkaitan dan dapat memengaruhi kebiasaan masyarakat dalam mengelola uang sehari-hari.