Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Nawakara dan Kalbe Perkuat Keamanan Terintegrasi Industri Manufaktur
Nawakara dan Kalbe Perkuat Keamanan Terintegrasi Industri Manufaktur. (Doc. Nawakara)
  • Nawakara dan Kalbe membahas penguatan ketahanan bisnis manufaktur melalui keamanan terintegrasi dalam Joint Planning Session di Jakarta, 12 Agustus 2026.
  • Sistem keamanan manufaktur perlu mencakup pengamanan fisik, operasional, teknologi, serta konteks eksternal seperti geopolitik, huru-hara, dan bencana.
  • Nawakara memperkenalkan solusi seperti CCTV AI dan sistem manajemen armada; Kalbe menilai kemitraan ahli keamanan penting untuk efisiensi keahlian, waktu, dan biaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times Industri manufaktur menghadapi risiko keamanan yang semakin kompleks. Ancaman terhadap operasional perusahaan tidak lagi hanya berkaitan dengan pengamanan area dan aset secara fisik, tetapi juga mencakup teknologi, proses operasional, hingga berbagai faktor eksternal.

Karena itu, pendekatan keamanan yang menyeluruh menjadi semakin penting untuk menjaga keberlangsungan operasional sekaligus membangun business resilience.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kolaborasi PT Nawakara Perkasa Nusantara dan Kalbe Group melalui Joint Planning Session bertema “Building Business Resilience Through Integrated Security Solutions” di Kalbe Business Innovation Center (KBIC), Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (12/8/2026).

Lantas, aspek apa saja yang perlu diperhatikan dalam membangun sistem keamanan di industri manufaktur?

1. Keamanan fisik tak lagi cukup

Nawakara dan Kalbe Perkuat Keamanan Terintegrasi Industri Manufaktur. (Doc. Nawakara)

Pengamanan fisik tetap menjadi bagian penting dalam menjaga fasilitas manufaktur. Namun, pendekatan keamanan saat ini dinilai perlu melihat risiko secara lebih luas.

President Director & CEO PT Nawakara Perkasa Nusantara, Dino Bimadwinanda Hindarto, mengatakan terdapat empat aspek utama dalam security landscape di industri manufaktur, yakni physical security, operational security, technology, dan external context.

“Jadi, kita sebagai security people tidak hanya melihat penempatan personel security statis atau patroli buka-tutup pintu, tetapi lebih melihat secara holistik,” ujar Dino.

Menurut Dino, integrasi antara personel, proses operasional, dan teknologi keamanan menjadi penting. Pemahaman terhadap faktor eksternal juga diperlukan untuk membangun sistem keamanan yang mampu mendukung keberlangsungan bisnis.

2. Teknologi perlu terintegrasi dengan operasional

Nawakara dan Kalbe Perkuat Keamanan Terintegrasi Industri Manufaktur. (Doc. Nawakara)

Perkembangan teknologi membuat sistem keamanan perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan pengawasan manual. Teknologi dapat digunakan untuk membantu perusahaan memantau aktivitas dan mengantisipasi berbagai risiko operasional.

Dalam Product Showcase & Live Experience, Nawakara memperkenalkan sejumlah solusi keamanan terintegrasi yang ditujukan untuk kebutuhan operasional bisnis modern di industri manufaktur. Solusi tersebut antara lain CCTV berbasis AI, Fleet Management System, Visitor Management System, Alarm System, hingga Truck Check System. Pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi keamanan dapat ditempatkan sebagai bagian dari sistem operasional perusahaan, bukan berdiri sendiri.

Selain kondisi di dalam fasilitas perusahaan, industri manufaktur juga perlu memperhitungkan berbagai faktor eksternal yang dapat memengaruhi keberlangsungan bisnis. Dino menyebut kondisi geopolitik, huru-hara, dan bencana sebagai sejumlah faktor eksternal yang perlu diperhatikan dalam membangun sistem keamanan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, perusahaan dapat memiliki pendekatan keamanan yang lebih adaptif terhadap perubahan kondisi di luar lingkungan operasional.

4. Kolaborasi jadi bagian dari membangun ketahanan bisnis

Nawakara dan Kalbe Perkuat Keamanan Terintegrasi Industri Manufaktur. (Doc. Nawakara)

Menghadapi risiko yang semakin kompleks membuat perusahaan tidak selalu harus membangun seluruh kapabilitas keamanan secara mandiri. Kolaborasi dengan pihak yang memiliki keahlian khusus dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat sistem keamanan.

Director PT Kalbe Farma, Mulia Lie, mengatakan partnership dengan perusahaan yang memiliki pengalaman di industri keamanan menjadi penting untuk mendukung keberlangsungan bisnis. Menurutnya, tidak semua kebutuhan harus dikerjakan sendiri karena perusahaan dapat membutuhkan keahlian, waktu, maupun biaya yang berbeda untuk menangani aspek keamanan tertentu.

“Bagi saya, partnership itu penting dan tidak mungkin semuanya kita lakukan sendiri. Bisa, tetapi mungkin expertise-nya tidak di situ, waktunya juga habis, dan cost-nya mungkin lebih tinggi. Karena itu, penting sekali partnership dengan perusahaan yang memang sudah mengerti dan expert di bidangnya seperti Nawakara,” ungkap Mulia Lie.

Kolaborasi Nawakara dan Kalbe melalui Joint Planning Session kemudian diarahkan untuk membahas berbagai strategi membangun ketahanan bisnis melalui solusi keamanan yang terintegrasi, mencakup manusia, proses, teknologi, serta mitigasi risiko eksternal.

Melalui kolaborasi tersebut, kedua perusahaan menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan solusi keamanan yang relevan dengan kebutuhan bisnis. Keamanan ditempatkan sebagai salah satu elemen penting untuk mendukung ketahanan dan keberlangsungan operasional industri manufaktur.

Curated For You

Editorial Team

Related Article