Jakarta, IDN Times - Guru Besar Fisika Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (Undip) Prof. Dr. Eng. Agus Setyawan mengatakan pemanfaatan panas bumi di Gunung Ungaran perlu dilihat antara lain dari karakteristik emisi yang dihasilkan.
Agus menjelaskan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) pada umumnya menghasilkan emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), sulfur oksida (SOx), nitrogen oksida (NOx), dan partikulat dalam jumlah yang sangat rendah dibandingkan pembangkit berbahan bakar fosil. Agus yang memiliki keilmuan di bidang fisika, khususnya geofisika dan geotermal, menjelaskan listrik dari panas bumi dihasilkan dengan memanfaatkan panas yang terdapat di dalam bumi.
“Karakteristik sumber panas dan teknologi yang digunakan menjadi faktor penting dalam menentukan kinerja pembangkit dan tingkat emisinya,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).
