Jakarta, IDN Times - Musim dingin tahun ini membawa pukulan telak bagi konektivitas udara antara China dan Jepang. Berdasarkan laporan yang dilansir oleh South China Morning Post (SCMP) pada Jumat (30/10/2026), rute penerbangan kedua negara tersebut dipastikan kehilangan hampir 700 ribu kursi untuk periode 25 Oktober 2026 hingga 27 Maret 2027.
Jumlah kursi yang tersedia menyusut drastis menjadi 2.871.270 kursi dari sebelumnya 3.554.167 kursi pada periode yang sama tahun lalu. Mengutip data WION News, total penerbangan dari 22 maskapai untuk enam bulan ke depan tercatat hanya 12.613 penerbangan, yang menunjukkan penurunan signifikan dibanding musim-musim sebelumnya.
