Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Daftar Negara dengan Pengangguran Tertinggi, Finlandia Paling Atas

Daftar Negara dengan Pengangguran Tertinggi, Finlandia Paling Atas
ilustrasi cari kerja, pencari kerja, loker, lowongan pekerjaan, pengangguran (vecteezy.com/Iftikhar Alam)
Intinya Sih
  • Data OECD Mei 2026 menempatkan Finlandia sebagai pengangguran tertinggi di antara anggota OECD, 10,8%, diikuti Spanyol 10,3% dan Chile 9,2%; pengangguran usia muda Finlandia sekitar 23%.
  • Negara-negara Eropa mendominasi tingkat pengangguran di atas rata-rata OECD 4,9%, dipengaruhi perlambatan pertumbuhan, melambatnya permintaan tenaga kerja, serta tantangan struktural seperti di Spanyol.
  • Jepang mencatat pengangguran terendah 2,5%, disusul Meksiko 2,7% dan Korea Selatan serta Israel 2,8%; Amerika Serikat 4,2% berada di bawah rata-rata, sementara Kanada 6,6%.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Meskipun ekonomi global masih terus bergerak, kondisi pasar kerja di berbagai negara ternyata belum menunjukkan arah yang sama. Ada negara yang mampu menjaga tingkat pengangguran tetap rendah, tapi ada juga yang masih menghadapi tantangan besar dalam menciptakan lapangan kerja.

Data terbaru dari OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) pada Mei 2026 menunjukkan perbedaan tersebut cukup mencolok di antara negara-negara anggotanya. Finlandia bahkan menempati posisi pertama sebagai negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di OECD, mengungguli Spanyol yang selama ini sering berada di peringkat atas.

Di sisi lain, Jepang kembali mempertahankan statusnya sebagai salah satu negara dengan tingkat pengangguran paling rendah. Berikut rangkuman fakta menarik dari peringkat pengangguran dunia 2026 yang perlu kamu ketahui.

1. Finlandia menjadi negara dengan tingkat pengangguran tertinggi

ilustrasi Finlandia, Eropa
ilustrasi Finlandia, Eropa (unsplash.com/Tapio Haaja)

Data OECD menunjukkan Finlandia mencatat tingkat pengangguran sebesar 10,8% pada Mei 2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh negara anggota OECD, disusul Spanyol dengan 10,3% dan Chile sebesar 9,2%. Kondisi ini mencerminkan bahwa pasar tenaga kerja Finlandia masih menghadapi tekanan meski negara tersebut dikenal memiliki kualitas hidup yang tinggi.

Tantangan terbesar justru datang dari kelompok usia muda. Berdasarkan laporan media publik Finlandia, Yle, tingkat pengangguran warga Finlandia yang berusia di bawah 25 tahun mencapai sekitar 23%. Angka tersebut menunjukkan bahwa generasi muda masih mengalami kesulitan untuk memperoleh pekerjaan, meskipun secara umum negara itu memiliki sistem pendidikan dan kesejahteraan yang baik.

2. Eropa mendominasi daftar negara dengan pengangguran tinggi

ilustrasi Yunani
ilustrasi Yunani (pexels.com/Barış Karagöz)

Kalau kamu memperhatikan daftar OECD, negara-negara Eropa mendominasi posisi teratas. Selain Finlandia dan Spanyol, ada Swedia, Prancis, Türkiye, Yunani, Lithuania, Denmark, hingga Luksemburg yang semuanya memiliki tingkat pengangguran di atas rata-rata OECD sebesar 4,9%. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan di pasar tenaga kerja masih dirasakan oleh banyak negara Eropa, meskipun tingkat keparahannya berbeda-beda.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi kondisi tersebut. Permintaan tenaga kerja yang mulai melambat membuat proses perekrutan gak secepat beberapa tahun sebelumnya. Spanyol sendiri masih menghadapi tantangan struktural di pasar tenaga kerja yang sudah berlangsung selama beberapa dekade sehingga angka penganggurannya tetap tinggi dibandingkan negara OECD lainnya.

3. Jepang dan Korea Selatan tetap jadi negara dengan pengangguran rendah

ilustrasi street food di Korea Selatan, kuliner Korea Selatan, won mata uang Korea Selatan, bayar cash
ilustrasi street food di Korea Selatan, kuliner Korea Selatan, won mata uang Korea Selatan, bayar cash (pexels.com/Pincalo)

Berbanding terbalik dengan Finlandia, Jepang menjadi negara dengan tingkat pengangguran paling rendah, yakni hanya 2,5%. Setelah Jepang, ada Meksiko sebesar 2,7%, Korea Selatan dan Israel masing-masing 2,8%, serta Ceko sebesar 2,9%. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata OECD.

Rendahnya tingkat pengangguran di negara-negara tersebut didukung oleh pasar tenaga kerja yang relatif ketat. Selain itu, faktor demografi, kebutuhan tenaga kerja yang stabil, hingga kekurangan pekerja di sejumlah sektor turut membantu menjaga tingkat pengangguran tetap rendah. Kondisi ini membuat peluang mendapatkan pekerjaan relatif lebih besar dibandingkan banyak negara maju lainnya.

4. Amerika Serikat masih lebih baik dibanding rata-rata Kanada

ilustrasi Vancouver, Kanada
ilustrasi Vancouver, Kanada (unsplash.com/Kyle Ryan)

Amerika Serikat mencatat tingkat pengangguran sebesar 4,2%, sehingga masih berada di bawah rata-rata OECD yang mencapai 4,9%. Angka tersebut menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih tergolong cukup kuat meski pertumbuhan ekonomi global sedang melambat. Perekrutan tenaga kerja memang tidak secepat sebelumnya, tapi kondisinya masih relatif stabil.

Sementara itu, Kanada mencatat tingkat pengangguran sebesar 6,6%, lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat. Perbedaan ini menggambarkan bahwa kondisi pasar kerja di Amerika Utara gak sepenuhnya seragam. Masing-masing negara tetap menghadapi tantangan ekonomi domestik yang berbeda sehingga menghasilkan tingkat pengangguran yang juga tidak sama.

5. Rata-rata OECD masih menunjukkan pasar kerja yang cukup sehat

ilustrasi Tokyo, Jepang, pejalan kaki, crowd, perkotaan
ilustrasi Tokyo, Jepang, pejalan kaki, crowd, perkotaan (unsplash.com/Cory Schadt)

Secara keseluruhan, OECD mencatat rata-rata tingkat pengangguran sebesar 4,9% pada Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja di negara-negara anggota masih tergolong cukup sehat meskipun pertumbuhan ekonomi dunia sedang melambat. Ketidakpastian ekonomi global memang masih terasa, tapi belum menyebabkan lonjakan pengangguran secara merata.

Data ini juga memperlihatkan bahwa kondisi pasar kerja setiap negara dipengaruhi banyak faktor, mulai dari struktur ekonomi, kebijakan ketenagakerjaan, hingga kondisi demografi. Karena itu, kamu gak bisa melihat tingkat pengangguran hanya dari besarnya ekonomi suatu negara saja. Negara maju sekalipun tetap bisa menghadapi tantangan besar dalam menyediakan lapangan kerja bagi seluruh penduduknya.

Tingkat pengangguran menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kesehatan ekonomi suatu negara. Data OECD terbaru memperlihatkan adanya kesenjangan yang cukup besar antara negara dengan tingkat pengangguran tertinggi dan terendah. Finlandia saat ini berada di posisi teratas dengan angka 10,8%, sedangkan Jepang berhasil mempertahankan tingkat pengangguran terendah sebesar 2,5%.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa setiap negara memiliki tantangan pasar tenaga kerja yang berbeda-beda. Bagi kamu yang mengikuti perkembangan ekonomi global, data seperti ini bisa menjadi gambaran mengenai arah pertumbuhan ekonomi dan peluang kerja di berbagai belahan dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More