Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Peruri Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa NTT
Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Dok/Istimewa).
  • Gempa magnitudo 7,7 di Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026 menimbulkan korban jiwa, kerusakan rumah dan fasilitas umum, serta memaksa ribuan warga mengungsi.
  • Peruri menyerahkan bantuan logistik kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat kepada BNPB pada 21 Agustus untuk didistribusikan ke wilayah terdampak, termasuk kelompok yang memerlukan perhatian khusus.
  • BMKG mencatat 4.258 gempa susulan hingga 21 Agustus; 118 dirasakan warga dan 31 bermagnitudo di atas 5. Aktivitas susulan diperkirakan berlanjut tiga hingga empat pekan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8) menyebabkan korban jiwa, kerusakan rumah dan fasilitas umum, serta membuat ribuan warga harus mengungsi.

1. Ketepatan penyaluran bantuan menjadi hal penting dalam kondisi darurat

Gempa NTT (dok. BMKG)

Head of Corporate Secretary Peruri, Adi Sunardi mengatakan, kecepatan dan ketepatan penyaluran bantuan menjadi hal penting dalam kondisi darurat agar bantuan dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan.

"Dalam situasi darurat seperti ini, yang terpenting adalah memastikan bantuan dapat segera menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan. Melalui sinergi dengan BNPB, kami berharap bantuan ini dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran," ujar Adi dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (22/8/2026).

Bantuan tersebut disalurkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Peruri. Bantuan diserahkan pada Jumat (21/8) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk selanjutnya didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak di NTT.

Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok dan berbagai perlengkapan penunjang selama masa tanggap darurat. Penyaluran bantuan juga disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak, termasuk kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

2. Perlu kolaborasi agar distribusi bantuan berjalan efektif

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming hadir di tengah warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka. Gibran meninjau langsung posko pengungsian di Stadion Gelora Samador, Maumere, Kamis (20/8/2026). (Dok. Setwapres)

Menurut dia, kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efektif, termasuk menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus selama masa tanggap darurat.

Peruri menyatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program TJSL yang responsif terhadap kondisi sosial dan kemanusiaan. Selain memenuhi kebutuhan dasar pada masa tanggap darurat, PERURI juga berkomitmen mendukung proses pemulihan pascabencana agar masyarakat terdampak dapat kembali menjalankan aktivitasnya.

3. BMKG catat 4.258 gempa susulan di NTT

Kondisi Puskesmas yang terdampak gempa di Manggarai, NTT. (Dok. Kemenkes)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 4.258 gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang Flores, NTT pada Sabtu (15/8/2026). Data tersebut dihimpun hingga Jumat (21/8/2026) pukul 05.00 WIB.

Dari ribuan kejadian itu, 118 gempa dirasakan oleh masyarakat dan 31 di antaranya bermagnitudo lebih dari 5. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, memperkirakan aktivitas gempa susulan masih akan berlangsung dalam tiga hingga empat pekan mendatang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article