Pesta Demokrasi Bisa Dorong Ekonomi RI Tumbuh hingga 5,5 Persen

Jakarta, IDN Times - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengungkapkan pesta demokrasi di Indonesia mampu mendongkrak kinerja ekonomi domestik. BI memperkirakan hal itu bisa mendorong ekonomi tumbuh di sekitar 4,7 persen hingga 5,5 persen (yoy).
“Pada 2024 kinerja konsumsi, baik swasta maupun pemerintah, dan investasi diperkirakan terus meningkat sejalan dengan keyakinan konsumsi masyarakat yang tetap kuat, dampak positif pelaksanaan Pemilu, serta keberlanjutan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN),” kata Perry dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Kamis (21/12/2023).
1. Bila pemilu 2 putaran kontribusinya capai 0,6 persen terhadap PDB

RDG BI Desember (IDN Times/Triyan) Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman menyampaikan, pemilu akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan konsumsi pemerintah dan swasta, sehingga dapat mendorong kinerja ekonomi di keseluruhan tahun depan.
“Berapa besarnya? Tentunya tergantung nanti pemilu-nya 1 putaran atau 2 putaran,” jelasnya.
Menurutnya dampak pemilu 2024 sudah mulai terlihat pada 2023 dikarenakan masa kampanye sudah dimulai sejak 28 November 2023. Bahkan, bila pemilu tahun depan berlangsung 2 putaran, maka akan memberikan kontribusi 0,6 persen terhadap PDB.
"Jika penyelenggaraan Pemilu 2024 terjadi dua putaran akan memberikan kontribusi sekitar 0,6 persen terhadap konsumsi di dalam negeri," jelas Aida.
2. Peredaran uang berkat pemilu capai Rp200 triliun

ilustrasi uang (IDN Times/Aditya Pratama) Bank Mandiri memproyeksi uang beredar dalam arti luas (M2) pada pesta demokrasi 2024 diperkirakan mencapai lebih dari Rp200 triliun. Jumlah ini telah meningkat dibandingkan dengan pelaksanaan Pemilu 2014 dan 2019.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Andry Asmoro, mengatakan, selama empat bulan sebelum pemilu dan satu bulan setelah pemilu, tren M2 sejak Pemilu 2004 selalu meningkat.
“Pada 2014 Rp165,5 triliun, 2019 sebesar Rp189,7 triliun, dan ini naik Rp20 triliun hingga Rp30 triliun. Tahun ini Pemilu 2024 bisa naik lebih kencang sekitar Rp219,7 triliun," ujar Andry Asmoro dalam Media Gathering Perkembangan Ekonomi Global dan Indonesia 2023 secara daring, Selasa (19/12/2023).
3. Momentum pemulihan ekonomi akan munculkan optimisme

ilustrasi pemilu (IDN Times/Esti Suryani) Ia pun berharap momentum pemilu akan memunculkan optimisme yang berlanjut terhadap perekonomian Indonesia sehingga mendorong geliat belanja masyarakat.
“Bayangkan kami menghadapi the longest and the largest election di Indonesia, diharapkan uang beredar lebih tinggi lagi, ini political driven untuk konsumsi,” lanjutnya.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) per Oktober 2023 atau empat bulan sebelum Pemilu 2024, posisi M2 pada Oktober 2023 tercatat sebesar Rp8.505,4 triliun atau tumbuh 3,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 6,0 persen yoy. Utamanya, pertumbuhan didorong oleh pertumbuhan uang kuasi sebesar 7,8 persen yoy.
Uang kuasi memiliki pangsa 44,5 persen dari M2, tercatat sebesar Rp3.787,3 triliun, terutama dikontribusi oleh simpanan berjangka yang tumbuh sebesar 6,4 persen yoy pada Oktober 2023.






















