Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Umumkan PT Timah Kini Untung 900 Persen Setelah Sering Rugi
Presiden Indonesia Prabowo Subianto (IDN Times/Ilman)
  • Presiden Prabowo menyatakan laba PT Timah Tbk meningkat 900 persen dalam setahun, setelah perusahaan BUMN itu sebelumnya kerap mencatatkan kerugian.
  • Prabowo mengaitkan perbaikan PT Timah dengan penguasaan kembali tambang ilegal, termasuk di Bangka, serta penertiban keras untuk menekan penyelundupan timah.
  • Prabowo menemukan 1.074 BUMN saat mulai menjabat, banyak di antaranya rugi; ia mengonsolidasikannya ke Danantara dan ingin menutup BUMN yang membebani APBN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Presiden Prabowo Subianto menyatakan laba PT Timah Tbk naik 900 persen dalam satu tahun, setelah perusahaan BUMN tersebut sebelumnya sering mencatat kerugian.
  • Who?
    Presiden Prabowo Subianto, PT Timah Tbk, Satgas Penertiban Kawasan Hutan, Kejaksaan Agung, serta Danantara terlibat dalam pernyataan dan kebijakan yang disampaikan.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Kejaksaan Agung, Jakarta. Prabowo juga menyebut penertiban dan mitigasi penyelundupan timah dilakukan di Pulau Bangka.
  • When?
    Prabowo menyampaikan hal tersebut pada Selasa, 6 Oktober 2026, dalam acara penyerahan hasil penagihan denda administratif bidang kehutanan.
  • Why?
    PT Timah ditertibkan setelah sebelumnya sering rugi, sementara pemerintah berupaya mengurangi penyelundupan timah dan menguasai kembali tambang ilegal.
  • How?
    Pemerintah menyatakan telah menertibkan PT Timah dengan keras, memitigasi penyelundupan timah di Bangka, menguasai ratusan tambang, serta mengonsolidasikan BUMN dalam manajemen Danantara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Prabowo bilang PT Timah yang dulu sering rugi sekarang untung naik 900 persen dalam setahun. Di Bangka, tambang timah ilegal dan penyelundupan sudah dikurangi. Prabowo juga melihat banyak BUMN rugi. Sekarang BUMN disatukan dalam Danantara. Ia ingin menutup BUMN yang terus rugi supaya uang negara tidak berat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perubahan di PT Timah memperlihatkan ruang perbaikan tata kelola BUMN: setelah penertiban keras dan mitigasi penyelundupan timah di Bangka, perusahaan yang sebelumnya kerap mencatat rugi disebut membukukan kenaikan laba 900 persen dalam setahun. Konsolidasi BUMN ke dalam satu manajemen juga mencerminkan upaya menata perusahaan negara agar tidak membebani APBN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan, PT Timah Tbk yang merupakan BUMN kini mendapat untung 900 persen dalam satu tahun. Padahal, kata Prabowo, PT Timah sering mengalami kerugian dalam laporan keuangannya.

Hal itu Prabowo sampaikan dalam pidatonya di acara penyerahan hasil penagihan denda administratif di bidang kehutanan sebesar di Rp13.241.335.681.910,13 di Kejaksaan Agung, Jakarta, oleh Satgas Penertiban Kawas Hutan (PKH), Selasa (6/10/2026).

"Saudara-saudara juga telah menguasai kembali tambang-tambang ilegal, seluas 14 ribu (Ha). Tapi dari sekian ribu hektare itu ada ratusan tambang yang sudah kita kuasai. Di Pulau Bangka penyelundupan timah sudah kita mitigasi, kita kurangi, masih ada yang lolos, tapi kita sudah tertibkan dengan keras PT Timah yang selama ini rugi, dalam 1 tahun keuntungannya naik 900 persen dalam 1 tahun," ujar Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengaku kaget saat baru pertama kali menjabat Presiden melihat data jumlah BUMN ada 1.074. Menurutnya, jumlah tersebut terlalu banyak.

"Pemahaman saya BUMN itu hanya 300, waktu saya jadi presiden, saya ketemu BUMN itu 1.074, sebagian besar rugi. Saudara-saudara, saya konsolidasikan BUMN itu dalam satu manajemen. Satu manajemen yaitu Danantara, Dana Kedaulatan Bangsa Indonesia," kata dia.

Oleh karena itu, Prabowo ingin menutup BUMN yang rugi. Sehingga tidak memberatkan APBN.

Curated For You

Editorial Team

Related Article