ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)
Menurut Purbaya, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 6 persen, pemerintah juga akan mendorong transformasi struktur ekonomi agar lebih produktif dan menghasilkan nilai tambah lebih besar.
Pemerintah sependapat dengan pandangan Fraksi PKB agar sumber pertumbuhan ekonomi bergeser menuju productivity driven growth. Strateginya mencakup reformasi regulasi, efisiensi logistik, digitalisasi, penguatan industri manufaktur, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Transformasi menuju struktur ekonomi Indonesia yang lebih produktif, menciptakan nilai tambah, dan berdaya saing penting untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2027 sebesar 6 persen," kata Purbaya.
Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai berbagai risiko ekonomi pada 2027, termasuk perkembangan geopolitik serta fluktuasi harga energi dan komoditas.
Dalam RAPBN 2027, pemerintah memasang asumsi inflasi sebesar 2,5 persen. Pengendalian inflasi akan dilakukan melalui peningkatan produksi pangan, stabilisasi harga, serta memastikan kelancaran distribusi komoditas pangan.
Sementara itu, asumsi nilai tukar rupiah ditetapkan sebesar Rp17.500 per dolar AS. Pemerintah juga memproyeksikan rata-rata imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun sebesar 6,9 persen.