Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Sebut Tak Ada Konflik dengan Singapura
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Indonesia mengurangi pasokan gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD dari Natuna dan Sumatra untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.

  • Bahlil menyebut pemangkasan terjadi karena pemeliharaan fasilitas dan peningkatan kebutuhan gas di dalam negeri.

  • Pengurangan pasokan disebut masih berada dalam batas minimum kontrak dan bukan akibat konflik antara Indonesia dan Singapura.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (26/10/2026)

Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemangkasan ekspor gas ke Singapura bukan disebabkan konflik antara kedua negara. Ia menjelaskan pengurangan pasokan dilakukan karena pemeliharaan fasilitas dan kebutuhan domestik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Indonesia mengurangi ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD.
  • Who?
    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan pemangkasan ekspor gas tersebut.
  • Where?
    Pasokan gas berasal dari wilayah Natuna dan Sumatra, sementara pernyataan disampaikan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.
  • When?
    Senin (26/10/2026).
  • Why?
    Pemeliharaan atau shutdown sejumlah fasilitas dan peningkatan kebutuhan gas domestik.
  • How?
    Pengurangan pasokan dilakukan sekitar 8 persen dari total ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura dan masih berada dalam batas minimum kontrak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Indonesia mengurangi gas yang dikirim ke Singapura. Bahlil bilang ini bukan karena bertengkar. Ada fasilitas yang sedang dirawat, dan gas di dalam negeri sedang lebih dibutuhkan. Pengurangan itu masih dianggap sesuai kontrak. Bahlil juga meminta Indonesia dan Singapura saling menghargai kesepakatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemangkasan pasokan gas diarahkan untuk menjaga kebutuhan energi domestik dan memastikan industri dalam negeri memperoleh bahan baku untuk menjalankan produksi. Langkah ini juga disebut tetap berada dalam batas minimum kontrak, sehingga kebutuhan dalam negeri dapat diprioritaskan tanpa dinyatakan sebagai pelanggaran kesepakatan dengan Singapura.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemangkasan ekspor gas Indonesia ke Singapura bukan disebabkan konflik antara kedua negara. Pemerintah mengurangi pasokan gas ke Singapura sebesar 31 billion British thermal units per day (BBTUD) dari wilayah Natuna dan Sumatra untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.

"Enggak ada konflik-konflik, enggak ada. Emang kamu ada, kamu memang ada merasa konflik, ada? Enggak, enggak ada," kata Bahlil kepada jurnalis di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026).

1. Pemangkasan ekspor gas karena pemeliharaan dan kebutuhan domestik

Jaringan pipa gas. (Dok. Kementerian ESDM)

Bahlil menjelaskan, pengurangan pasokan gas terjadi karena sejumlah fasilitas menjalani pemeliharaan atau shutdown. Pada saat yang sama, kebutuhan gas di dalam negeri juga meningkat sehingga pemerintah perlu memprioritaskan pasokan untuk kebutuhan domestik.

Dia juga membahas kebutuhan bahan baku industri bersama Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji. Pasokan gas menjadi salah satu kebutuhan penting agar industri dalam negeri tetap memperoleh bahan baku untuk menjalankan kegiatan produksi.

"Ini terjadi karena pertama adalah terjadi pemeliharaan, shutdown, yang kedua adalah memang ada kebutuhan domestik," ujar dia.

2. Bahlil tegaskan pemangkasan ekspor gas tak langgar kontrak

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Bahlil menyatakan pengurangan pasokan gas ke Singapura masih berada dalam batas minimum yang diatur dalam kontrak. Menurutnya, volume yang dikurangi sekitar 31 BBTUD atau sekitar 8 persen dari total ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura.

Dia menjelaskan, total ekspor gas pipa ke negara tersebut mencapai sekitar 409,55 MMSCFD. Sementara itu, batas minimum kontrak yang disampaikan Bahlil berada di kisaran 91-92 MMSCFD.

"Batas kontrak minimum kita itu adalah sekitar 91 sampai 92, dan kita baru sekitar 8 persen, terkecuali kita potong 10 persen, nah itu baru kita melanggar kontrak," tuturnya.

3. Bahlil minta hubungan antarnegara saling menghargai

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani)

Bahlil menekankan pentingnya sikap saling menghargai dalam hubungan antarnegara. Menurutnya, penghormatan terhadap kesepakatan bersama harus berlaku bagi semua pihak, bukan hanya satu negara.

Dia menyebut pengalamannya sebagai pengusaha dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi salah satu dasar untuk menghargai keputusan yang telah disepakati bersama.

"Tapi kan juga menghargai itu kan tidak boleh yang satu pihak. Harus semuanya kan, kita harus saling menghargai. Nah itu maksud saya, ya," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article