Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Dibuka Melemah Dipicu Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah

Rupiah Dibuka Melemah Dipicu Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah
ilustrasi rupiah (pixabay.com/IqbalStock)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada perdagangan Jumat (24/7/2026) pagi. Mata uang Garuda berada di level Rp17.970 per dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 34 poin atau 0,19 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

1. Rincian pergerakan mata uang di kawasan Asia pagi ini yang melemah

Daftar mata uang di Asia bergerak melemah pagi ini, di antaranya:

  • Pesso Filipina melemah 0,07 persen
  • Dolar Taiwan melemah 0,04 persen

2. Rupiah diproyeksi akan kembali melemah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah akan kembali tertekan terhadap dolar AS pada perdagangan akhir pekan ini.

Pelemahan dipicu meningkatnya sentimen risk off di pasar keuangan global. Hal itu menyusul eskalasi konflik geopolitik terbaru di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia.

3. Kenaikan harga minyak perburuk prospek mata uang negara pengimpor minyak

Di sisi lain, kenaikan harga minyak memperburuk prospek mata uang negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia, sehingga memberi tekanan pada rupiah.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off akibat eskalasi geopolitik terbaru di Timur Tengah yang meningkatkan harga minyak dunia," ujarnya.

Dengan demikian, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More