Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Seminggu Ditutup, Jalur Perdagangan Pakistan-Iran Kembali Dibuka
ilustrasi jalur perdagangan (pexels.com/Laszlor Magyar)
  • Pakistan membuka kembali penyeberangan Gabd-Rimdan dengan Iran pada 24 Oktober 2026 setelah perdagangan terhenti sepekan, sehingga truk impor dan ekspor kembali diizinkan melintas.
  • Otoritas Pakistan membersihkan kargo tertahan sejak 16 Oktober, termasuk LPG dan pangan, untuk mengurai antrean truk, memulihkan rantai pasok, serta menekan harga energi dan makanan.
  • Pencabutan pengecualian Formulir E menghambat pengiriman dari Iran, sementara Pakistan memperketat keamanan perbatasan setelah serangan yang membakar puluhan truk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Pakistan kembali mengaktifkan penyeberangan perbatasan dengan Iran di Gabd-Rimdan, yang dikenal sebagai Gerbang 250 di Gwadar, pada Sabtu (24/10/2026) pagi setelah perdagangan terhenti selama sepekan. Presiden Kamar Dagang dan Industri Gwadar (GCCI), Mir Naveed Jan Kalmati, mengonfirmasi pembukaan kembali jalur tersebut.

Kalmati menyebut truk dan kendaraan pengangkut barang impor maupun ekspor kini diizinkan melintasi perbatasan kedua negara.

“Pakistan telah membuka perbatasan dengan Iran di Gabd-Rimdan pagi ini dan mengizinkan truk dan kendaraan lain bergerak menuju Iran dan Pakistan dengan barang impor dan ekspor,” kata Kalmati, dikutip Asia News Network.

1. Pakistan membersihkan kargo yang tertahan

ilustrasi jalur perdagangan (pexels.com/Greenmax Techphotograph)

Pihak berwenang membersihkan konsinyasi komersial yang tercatat pada 16 Oktober 2026 atau sebelumnya untuk mengurangi antrean truk pengangkut gas petroleum cair (LPG) dan bahan pangan. Langkah tersebut ditujukan untuk memulihkan rantai pasok, mengatasi kekurangan LPG di tingkat nasional, serta menekan harga energi dan pangan.

Presiden Pusat Asosiasi Pemilik Truk Barang Balochistan (BGTTOA), Haji Noor Muhammad Shahwani, menyampaikan bahwa sejumlah komoditas ekspor Pakistan, termasuk beras, pisang, kentang, dan barang ritel, sudah mulai dikirim melintasi perbatasan. Agen bea cukai setempat, Rizwan Ahmed, mengatakan bahwa pihak bea cukai telah memberi izin agar sebanyak mungkin kargo yang tertahan segera dikirim.

2. Pakistan menerapkan perubahan prosedur Formulir E

Bendera Pakistan (pexels.com/Talha Riaz)

Kementerian Perdagangan Pakistan melalui memorandum tertanggal 16 Oktober 2026 mencabut pengecualian Formulir E yang sebelumnya berlaku. Kebijakan tersebut mengganggu kelancaran administrasi perbankan dalam pencatatan transaksi impor.

Duta Besar Iran untuk Pakistan, Reza Amiri Moghadam, menyampaikan melalui akun X bahwa Iran tak pernah membatasi ekspor dan tetap membuka perbatasannya. Ia menyoroti perubahan prosedur Formulir E Pakistan yang berdampak pada pengiriman barang dari Iran ke Pakistan.

“Perubahan dalam implementasi prosedur E-Form Pakistan untuk impor dari Iran telah menciptakan situasi di mana para pedagang secara efektif dan secara harfiah tidak dapat mengirimkan kargo dari Iran ke Pakistan,” katanya, dikutip Al Jazeera.

3. Pakistan memperketat pengamanan di kawasan perbatasan

ilustrasi pengamanan militer (pexels.com/sk)

Wakil Komisaris Chagai di Balochistan, Bakhtiar Ismail, menjelaskan melalui media sosial X bahwa penutupan perbatasan bersifat sementara untuk memperbaiki pengelolaan kawasan sekaligus mendukung upaya kontraterorisme. Pengamanan diperketat setelah serangan di dekat area penyeberangan menyebabkan puluhan truk terbakar.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Sajjad Haider Khan, menyatakan bahwa negaranya akan tetap mematuhi seluruh rezim sanksi internasional dan domestik yang berlaku. Sementara itu, analis keamanan Imtiaz Baloch menilai kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran berpotensi memengaruhi jalur perbankan dan pasokan energi secara tidak langsung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article