Produksi Manufaktur Singapura Melambat Jadi 3,4 Persen di September

Produksi manufaktur Singapura tumbuh 3,4 persen secara tahunan pada September, melambat dari 15,4 persen pada Agustus, terutama akibat kontraksi tajam klaster biomedis.
Klaster biomedis turun 32,8 persen, dipicu anjloknya produksi farmasi 65,9 persen; tanpa sektor ini, keluaran manufaktur masih meningkat 9 persen secara tahunan.
Rekayasa presisi tumbuh 31 persen, elektronik naik 5,7 persen didorong permintaan AI, sementara produksi manufaktur sepanjang Januari-September tetap bertambah 9,8 persen.
Jakarta, IDN Times - Laju pertumbuhan produksi manufaktur Singapura tercatat melambat menjadi 3,4 persen secara tahunan pada September. Capaian ini menunjukkan perlambatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan kenaikan sebesar 15,4 persen pada Agustus lalu.
Data dari Economic Development Board (EDB) yang dirilis pada Senin (26/10/2026) memperlihatkan bahwa perlambatan ini terjadi seiring kontraksi tajam pada klaster biomedis. Kendati demikian, apabila sektor biomedis tidak dihitung, keluaran manufaktur negara tersebut masih tumbuh sebesar 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
1. Kontraksi sektor biomedis menekan laju manufaktur

ilustrasi laboratorium biomedis (pexels.com/Pavel Danilyuk) Berdasarkan data yang dilaporkan Singapore Business Review, klaster manufaktur biomedis mencatatkan penurunan paling tajam di antara enam klaster industri dengan kontraksi mencapai 32,8 persen secara tahunan. Kondisi ini membalikkan pertumbuhan positif sebesar 2,3 persen yang sempat dicapai pada Agustus. Secara bulanan dengan penyesuaian musiman, total keluaran manufaktur Singapura pada September turun 3,9 persen, atau merosot 5,5 persen jika mengecualikan sektor biomedis.
Penurunan tajam pada klaster biomedis ini dipicu oleh anjloknya keluaran segmen farmasi yang mencapai 65,9 persen. Hal tersebut terjadi akibat adanya perbedaan bauran bahan aktif farmasi yang sedang diproduksi. Pada saat yang sama, segmen teknologi medis juga terkontraksi 1,7 persen akibat melunaknya permintaan ekspor.
2. Rekayasa presisi dan elektronik catat tren positif

ilustrasi komponen elektronik (unsplash.com/Louis Reed) Di tengah penurunan sektor biomedis, empat dari enam klaster manufaktur berhasil menorehkan pertumbuhan secara tahunan pada September. Klaster rekayasa presisi memimpin ekspansi ini dengan lonjakan produksi mencapai 31 persen. Peningkatan pesat tersebut didorong oleh tingginya produksi peralatan semikonduktor pada segmen permesinan dan sistem, serta didukung naiknya produksi barang karet industri, produk logam presisi, serta perkakas dan cetakan.
Klaster elektronik juga membukukan pertumbuhan sebesar 5,7 persen, kendati melambat dari lonjakan 28,3 persen yang tercatat pada Agustus. Berdasarkan laporan Singapore Business Review, EDB menjelaskan bahwa ekspansi di sebagian besar segmen elektronik didorong oleh tingginya permintaan terkait kecerdasan buatan (AI). Dari klaster ini, segmen infokom dan elektronik konsumen naik 29 persen, periferal komputer dan penyimpanan data tumbuh 21,3 persen, serta semikonduktor meningkat tipis 1,9 persen.
3. Kinerja teknik transportasi hingga pelemahan kimia

ilustrasi perawatan pesawat terbang (unsplash.com/Shelby Bauman) Klaster teknik transportasi mencatat ekspansi sebesar 10,6 persen secara tahunan yang didukung oleh kenaikan produksi suku cadang pesawat. Sektor ini juga menerima dorongan dari aktivitas pemeliharaan, perbaikan, dan perombakan yang terus berlanjut dari armada maskapai penerbangan komersial. Namun, penguatan sektor ini sebagian tertahan oleh penurunan aktivitas galangan kapal serta penurunan produksi peralatan ladang minyak dan gas.
Sementara itu, klaster industri manufaktur umum bertumbuh 4 persen melalui sokongan peningkatan produksi minuman, olahan susu, pakan hewan, dan percetakan komersial. Di sisi lain, keluaran klaster kimia menurun 4,6 persen akibat pelemahan produksi wewangian serta keterbatasan sektor petrokimia karena lemahnya permintaan dan gangguan pasokan bahan baku. Secara akumulatif, sepanjang sembilan bulan pertama, total produksi manufaktur Singapura tetap mencatatkan ekspansi 9,8 persen secara tahunan, atau tumbuh 13,4 persen jika mengecualikan sektor biomedis.






















