Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Zhang Yiming Rebut Posisi Puncak Orang Terkaya di China Berkat AI

3 min read
Zhang Yiming Rebut Posisi Puncak Orang Terkaya di China Berkat AI
kantor ByteDance (unsplash.com/Claudio Schwarz)
  • Pendiri ByteDance Zhang Yiming kembali menjadi orang terkaya China dengan kekayaan sekitar 100 miliar dolar AS, naik 43 persen, terutama didorong ekspansi perusahaan ke AI.
  • Daftar Hurun mencatat 1.529 orang kaya; AI, semikonduktor, dan robotika melesat, sementara konsumen, properti, serta manufaktur tradisional mengalami penyusutan kekayaan.
  • Zhong Shanshan turun ke peringkat kedua dan Lei Jun mengalami penurunan terbesar; TikTok AS dialihkan ke perusahaan patungan baru dengan ByteDance memegang saham minoritas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pendiri ByteDance, Zhang Yiming, kembali merebut posisi puncak daftar orang terkaya di China pada Selasa (27/10/2026). Lonjakan kekayaan pendiri raksasa teknologi tersebut didorong oleh langkah perusahaannya merambah sektor kecerdasan buatan (AI).

Pemeringkatan yang dirilis Hurun Research Institute mencatat kekayaan Zhang mencapai 100 miliar dolar AS atau setara Rp1.813,2 triliun (kurs Rp18.132), meningkat 43 persen dibandingkan tahun lalu. ByteDance sendiri merupakan perusahaan induk platform video pendek TikTok dan Douyin, serta pengembang Doubao yang menjadi asisten AI paling banyak digunakan di China.

  1. 1. Lonjakan sektor kecerdasan buatan dorong rekor kekayaan

    tampilan antarmuka asisten AI Deepseek
    tampilan antarmuka asisten AI Deepseek (pexels.com/Airam Dato-on)

    Kekayaan Zhang mencetak rekor nominal tertinggi bagi individu nomor satu di China sepanjang sejarah pemeringkatan tahunan Hurun Report. Chairman Hurun Report Rupert Hoogewerf menyatakan bahwa kenaikan nilai kekayaan Zhang hampir seluruhnya bersumber dari AI. "Hampir seluruhnya ditopang oleh AI," kata Hoogewerf dalam keterangannya sebagaimana dilaporkan CBS News.

    Dilansir Anadolu Agency, estimasi kekayaan Zhang berada di angka 99,7 miliar dolar AS atau setara Rp1.807,76 triliun berdasarkan perhitungan per 1 September. Hoogewerf membeberkan bahwa AI menjadi mesin pencetak kekayaan tunggal terbesar dalam daftar tahun ini dengan 160 orang atau satu dari sepuluh orang di dalam daftar tersebut memperoleh pundi-pundinya dari sektor tersebut. Selain Zhang, pendiri startup AI DeepSeek Liang Wenfeng masuk ke daftar di posisi ketujuh, sementara pimpinan produsen cip Cambricon Chen Tianshi menduduki peringkat ke-10.

  2. 2. Peta konglomerat bergeser di tengah ekonomi dua kecepatan

    ilustrasi industri semikonduktor
    ilustrasi industri semikonduktor (unsplash.com/Maxence Pira)

    Taipan air minum dalam kemasan Zhong Shanshan turun ke posisi kedua dengan kekayaan 61 miliar dolar AS atau setara Rp1.106,05 triliun setelah merosot 23 persen. Posisi ketiga ditempati oleh Chairman produsen baterai kendaraan listrik CATL Robin Zeng dengan kekayaan mencapai 57,3 miliar dolar AS atau setara Rp1.038,96 triliun. Secara keseluruhan, daftar tersebut memuat rekor 1.529 orang dengan kekayaan minimal 5 miliar yuan China atau setara Rp13,59 triliun (kurs Rp2.718), naik 6,6 persen dari tahun lalu.

    Jumlah miliarder berdenominasi dolar AS bertambah 155 orang menjadi 1.176 orang, melampaui total miliarder di Amerika Serikat dengan keunggulan 176 orang. Hoogewerf menerangkan bahwa distribusi kekayaan tahun ini terbelah secara kontras antara sektor teknologi canggih dan industri konvensional. "Keuntungan tahun ini terpolarisasi—pengusaha di bidang AI, semikonduktor, dan robotika melesat maju, sementara mereka yang berada di sektor konsumen, real estate, dan manufaktur tradisional mengalami penyusutan kekayaan—sebuah ekonomi dua kecepatan," kata Hoogewerf.

    Dampak penurunan pasar properti yang berlangsung selama bertahun-tahun di China daratan terlihat jelas dalam susunan daftar tahun ini. Hoogewerf menegaskan bahwa untuk kali pertama tidak ada satu pun pengembang properti dari China daratan yang tersisa di kelompok papan atas. "Hari ini, untuk pertama kalinya, tidak ada satu pun pengembang properti China daratan yang tersisa di 100 Besar—satu-satunya nama properti yang tersisa di puncak adalah keluarga pemilik tanah Hong Kong," ujar dia.

  3. 3. Kelesuan sektor konsumen dan dinamika operasional TikTok

    TikTok
    TikTok (pixabay.com/Nitish Gupta)

    Penurunan kekayaan di sektor konsumsi ditandai oleh Chairman produsen elektronik pintar Xiaomi Lei Jun yang menjadi figur dengan penyusutan terbesar. Kekayaan Lei terpangkas hingga separuh menjadi 25,1 miliar dolar AS atau setara Rp455,11 triliun seiring penurunan kekayaan pengusaha barang konsumen secara menyeluruh. Selain itu, para pemilik usaha skala kecil di China melaporkan masa-masa sulit akibat konsumen yang memangkas pengeluaran mereka.

    Ekonomi China sendiri tercatat tumbuh 4,5 persen secara tahunan pada kuartal Juli hingga September dengan dorongan ekspor yang kuat, mendekati target pertumbuhan resmi tahun 2026 sebesar 4,5 hingga 5 persen. Di sisi lain, operasional TikTok di Amerika Serikat dialihkan pada Januari ke perusahaan patungan baru yang sebagian besar terdiri atas investor asal AS menyusul kekhawatiran keamanan nasional selama bertahun-tahun. ByteDance masih memegang kepemilikan saham minoritas pada unit tersebut, dengan Oracle sebagai salah satu investor mitranya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More