Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Danantara Turun Tangan Susun Model Bisnis Kopdes Merah Putih

2 min read
Danantara Turun Tangan Susun Model Bisnis Kopdes Merah Putih
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono dan Kepala BP BUMN Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria membahas model bisnis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Kopdes Merah Putih. (dok. BP BUMN)
  • BP BUMN, Danantara, dan Kementerian Koperasi menyusun model bisnis Kopdes Merah Putih sambil membahas perkembangan verifikasi dan validasi agar operasionalnya berkelanjutan.

  • Dony Oskaria menekankan koperasi membutuhkan model bisnis tepat, bukan hanya bangunan dan SDM, supaya kegiatan usaha efektif serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa.

  • Kopdes Merah Putih dirancang memiliki pusat distribusi berbasis pesanan, pembiayaan di level distribusi, serta logistik terintegrasi untuk kebutuhan barang, akses pembiayaan, dan penyerapan produksi warga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Danantara turut terlibat dalam penyusunan model bisnis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Kopdes Merah Putih.

Penyusunan itu dilakukan bersama dengan Kementerian Koperasi.

  1. 1. Rancang model bisnis yang berkelanjutan

    IMG-20260828-WA0074.jpg
    Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. (IDN Times/Khusnul Hasana)

    Dalam sebuah pertemuan dengan Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria membahas perkembangan verifikasi dan validasi (verval), serta penyusunan model bisnis Kopdes Merah Putih agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

    “Membangun fisik itu gampang, membangun orang gampang, tapi membangun bisnis model itu nggak gampang,” ujar Dony dikutip Rabu, (28/10/2026).

  2. 2. Biar punya kegiatan usaha yang efektif

    IMG-20250807-WA0008.jpg
    Koperasi Desa Merah Putih Kalurahan Bangunharjo Kapanewon Sewon Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)

    Dony menekankan, pembangunan Kopdes Merah Putih tidak cukup hanya dengan menyiapkan bangunan dan sumber daya manusia (SDM).

    Menurutnya, koperasi perlu memiliki model bisnis yang tepat agar mampu menjalankan kegiatan usaha secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa

  3. 3. Bakal punya pusat distribusi

    IMG_20260516_113612.jpg
    Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Mangasa di Jalan Mallengkeri Raya, Makassar. (IDN Times/Asrhawi Muin)

    Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pembentukan pusat distribusi atau distribution center sebagai simpul penyaluran kebutuhan pokok.

    Melalui sistem itu, pengiriman barang dapat dilakukan berdasarkan pesanan (purchase order/PO), sementara pembiayaan ditempatkan pada level pusat distribusi untuk mendukung kelancaran operasional.

    “Harus ada distribution center-nya, kita drop-nya di situ berdasarkan PO. Nanti financing-nya itu ada di level distribution center itu,” ujar Dony.

    Model bisnis Kopdes Merah Putih dirancang untuk menjalankan tiga fungsi utama, yakni menyediakan kebutuhan barang masyarakat, mempermudah akses pembiayaan, serta menyerap hasil produksi masyarakat melalui fungsi offtake.

    Untuk mendukung fungsi tersebut, diperlukan infrastruktur logistik, termasuk gudang dan armada angkutan, yang terintegrasi dengan sistem distribusi.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More