Jakarta, IDN Times – Delapan bulan pertama 2026 tidak ramah bagi anggaran energi Indonesia. Gejolak ekonomi global yang terus bergulir mendorong naiknya kebutuhan belanja subsidi dan kompensasi energi.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, mengungkapkan bahwa anggaran subsidi dan kompensasi energi untuk bahan bakar minyak (BBM) hingga listrik diperkirakan mencapai Rp525,9 triliun pada akhir Desember 2026. Angkanya naik cukup tajam dari perkiraan awal sebesar Rp338 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang dirancang pada 2025,.
Di tengah tekanan fiskal itu, pemerintah tetap memilih untuk tidak mengalihkan beban ke masyarakat. Stabilitas harga energi tetap dijaga lewat pengelolaan APBN yang cermat dan kebijakan subsidi yang terus dipertahankan.
