Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ekonomi lagi Berat, 5 Strategi Promosi Produk Tanpa Diskon
ilustrasi dua botol minuman (pexels.com/Polina Tankilevitch)
  • Saat daya beli melemah dan biaya produksi naik, pelaku usaha disarankan memakai promosi non-diskon agar margin keuntungan tetap terjaga serta minat konsumen tumbuh lebih alami.
  • Konten miniseri dan demo penggunaan produk dapat membuat promosi terasa lebih menghibur, relevan, dan tidak terlalu transaksional bagi calon pembeli.
  • Sponsor acara, lomba ulasan berhadiah, serta pembagian sampel gratis dinilai mampu memperluas eksposur, membangun kepercayaan, dan mendorong pembelian berikutnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Punya usaha memang harus gencar dipromosikan. Jangan hanya menunggu bola, melainkan jemputlah bola itu dengan berbagai strategi. Termasuk ketika perekonomian sebenarnya sedang lesu. Daya beli masyarakat yang menurun membuat mereka lebih menahan belanja.

Belanja difokuskan pada kebutuhan-kebutuhan pokok saja. Pengusaha mesti memutar otak agar produk apa pun yang dijualnya tetap terserap pasar. Strategi promosi yang umum seperti diskon mungkin berat dilakukan. Sebab itu mengurangi keuntungan.

Padahal, harga kulakan kembali atau biaya produksi barangkali juga sudah naik. Bersama tim marketingmu, cobalah strategi promosi produk tanpa diskon atau potongan harga berikut ini. Sebab konsumen yang membeli karena diskon sering kali tak kembali bertransaksi setelah diskon ditiadakan. Bangkitkan ketertarikan mereka pada produkmu secara lebih alami.

1. Bikin konten iklan ala miniseri

ilustrasi menawarkan mangkuk (pexels.com/cottonbro studio)

Selama ini mungkin kamu juga sudah sering mengiklankan usahamu. Seperti lewat status media sosial bahwa dirimu menjual sejumlah produk. Hanya saja, cara mempromosikannya terlalu to the point.

Dirimu langsung memberi tahu orang-orang tentang produk, harga, serta cara pemesanan. Cara ini kadang cukup berhasil. Namun, menjadi kurang menarik saat daya beli masyarakat lesu. Mereka merasa ditempatkan tak lebih dari target pasar.

Hubungan antara penjual dan calon konsumen terasa transaksional belaka. Mereka seperti sedang disuruh membeli produkmu, sehingga mereka menghindar. Kamu perlu melakukan promosi yang lebih halus, tapi tetap mengena.

Misalnya, dengan bikin miniseri. Ujung-ujungnya jelas terselip iklan. Namun, dalam beberapa menit pertama, bahkan 1 sampai 2 episode awal, benar-benar terasa sebagai hiburan. Tak ada provokasi untuk orang membeli produkmu. Ketika akhirnya selipan iklan produk muncul, mereka yang sudah kepincut kontenmu sejak awal cenderung lebih bersedia buat mencoba membeli.

2. Demo cara pakai

ilustrasi membuat lukisan hena (pexels.com/Ahmad Shakir Shamsulbadri)

Bikin acara demo tidak hanya efektif untuk produk-produk yang belum terlalu terkenal. Sehingga banyak orang masih belum tahu cara penggunaannya yang tepat. Produk-produk lama dan biasa digunakan dalam keseharian pun bisa dibuatkan demonya.

Misalnya, produk yang dijual hena. Hena telah sering dipakai oleh perempuan di Indonesia. Seperti saat pernikahan, pertunjukan, bahkan dalam keseharian bagi mereka yang menyukainya.

Namun, pengalaman melihat langsung seorang seniman henna melukis di kulit partisipan akan memberikan ketertarikan yang lebih besar. Bahkan orang yang sebenarnya tidak suka memakainya pun boleh jadi bakal membelinya. Dia barangkali tertarik untuk mencoba melukis tangan teman atau saudaranya di rumah.

3. Jadi sponsor acara

ilustrasi bazar (pexels.com/Ahmad Shakir Shamsulbadri)

Baik pemberian diskon maupun menjadi sponsor acara sama-sama berpengaruh terhadap keuangan dalam usahamu. Memberi diskon berarti keuntungannya berkurang. Sementara mensponsori acara tentu butuh modal.

Bentuk dukungan untuk acara bisa berupa sumbangan uang yang ditukar dengan nama usahamu di setiap spanduk. Atau dukungan dalam bentuk produk. Seperti kamu menjual kopi lalu menyediakan sekian ratus cup kopi siap minum buat peserta acara secara gratis.

Bedanya, diskon satu produk hanya diberikan untuk satu orang. Bila dirimu ingin membuat 1000 orang tertarik membeli lagi, artinya sekarang juga mereka semua mesti dapat diskon dulu. Sementara itu, bila kamu mensponsori acara, jangkauannya lebih luas.

Merek produkmu tertera di spanduk saja, sudah tak terhitung orang yang melihatnya. Terlebih, spanduk dipasang sejak sebelum sampai beberapa hari setelah acara berakhir. Kamu cuma mengeluarkan modal sekali buat menyumbang, tapi memperoleh exposure berhari-hari dan jangkauannya sangat luas.

4. Review produk berhadiah

ilustrasi sebotol parfum (pexels.com/iram shehzad)

Kamu juga bisa merangkul orang-orang yang suka mengulas produk apa pun. Gak harus selebgram atau vlogger profesional. Bila dirimu menggunakan jasa mereka boleh jadi malah kudu bayar lumayan gede untuk satu kali review saja.

Gak apa-apa kalau dananya ada. Bila keuangan mepet, kamu bisa bikin semacam lomba mengulas produk untuk masyarakat umum. Ulasan yang bagus dan bisa mendongkrak penjualan diberi hadiah secukupnya.

Sama-sama keluar uang, tetapi tidak sebanyak membayar selebgram atau vlogger ternama. Pun ulasan dari masyarakat biasa meski jangkauannya terbatas dapat membuat orang-orang lebih yakin. Cara mengulasnya yang sangat natural terasa dekat dengan keseharian masyarakat.

Pun mereka mungkin gak mengira bahwa ulasan yang muncul di medsos itu hasil lomba yang ada hadiahnya. Orang-orang berpikir video ulasan tersebut betul-betul pengalaman pribadi. Mereka dapat lebih tertarik untuk membeli.

5. Bagi-bagi sampel gratis tanpa perlu belanja dulu

ilustrasi memberikan sekotak kue (pexels.com/Firman Marek_Brew)

Trik promosi yang satu ini juga butuh modal. Malah modalnya lebih gede daripada kamu sekadar kasih diskon produk. Akan tetapi, dirimu memberikan diskon berarti orang mesti membeli dulu produknya.

Itu yang kadang bikin mereka malas. Banyak orang sudah tahu bahwa kepincut diskon dapat membuat mereka boros. Berbeda dengan seandainya kamu membagikan sampel gratis tanpa orang perlu terlebih dahulu berbelanja.

Siapa pun bakal senang dan tanpa berpikir dua kali menerimanya. Jika mereka cocok dengan produk tersebut, next time baru beli sendiri. Semua produk yang cenderung sering dibeli dapat dipromosikan dengan cara ini. Seperti makanan hingga air galon isi ulang.

Diskon bukannya tidak lagi menarik, namun makin variatifnya strategi promosi membuat peluang orang mau membeli produk makin besar. Salah satunya adalah strategi promosi produk tanpa diskon. Sebab tak semua orang mudah terpikat oleh potongan harga yang sudah sangat umum di dunia jual beli.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article