Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tak Kena Efisiensi, Kompleks Legislatif IKN Ditarget Rampung 2027-2028

Tak Kena Efisiensi, Kompleks Legislatif IKN Ditarget Rampung 2027-2028
Penyerahan sertifikat hak atas tanah ini diharapkan kian meningkatkan kepercayaan untuk berinvestasi di IKN. (IDN Times / Erik Alfian)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Basuki Hadimuljono menegaskan proyek kompleks legislatif dan yudikatif IKN tetap prioritas meski ada efisiensi anggaran, dengan target penyelesaian antara 2027 hingga 2028 sesuai arahan Presiden Prabowo.
  • Pembangunan kawasan legislatif mencakup lima gedung utama seperti MPR, DPR, DPD, dan Paripurna, sementara desain arsitektur masih menunggu persetujuan Prabowo untuk tahap penyempurnaan.
  • Otorita IKN juga membangun infrastruktur air bersih melalui kolam retensi dan embung yang terhubung jaringan perpipaan bawah tanah menggunakan sistem Multi-Utility Tunnel (MUT).
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono memastikan proyek pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif di IKN tetap menjadi prioritas utama.

Meskipun pemerintah saat ini tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran, Basuki menegaskan proyek tersebut tidak terdampak dan akan terus berjalan sesuai rencana.

“Pembangunan kompleks lembaga yudikatif dan legislatif tidak termasuk dalam efisiensi. Pembangunan tetap berjalan, jadi tidak perlu ragu,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).

1. Ditargetkan selesai pada 2027-2028 sesuai arahan Prabowo

AHY ikut mendampingi Presiden Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Senin (12/1/2026). (Dok. Partai Demokrat).
AHY ikut mendampingi Presiden Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Senin (12/1/2026). (Dok. Partai Demokrat).

Proyek yang dikerjakan berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto di Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut ditargetkan tuntas pada rentang tahun 2027 hingga 2028.

Pengerjaan kawasan tersebut tidak hanya fokus pada gedung-gedung utama lembaga negara, tetapi juga mencakup infrastruktur pendukung serta akses jalan kawasan.

Untuk kompleks legislatif, rencananya akan dibangun lima gedung utama yang terdiri dari Gedung MPR, DPR, DPD, dan Gedung Paripurna. Gedung Paripurna didesain untuk menjadi pusat kegiatan dengan daya tampung mencapai 1.579 orang.

2. Desain gedung menunggu persetujuan Prabowo

Presiden Prabowo di IKN
Presiden Prabowo di IKN, Senin (12/1/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Progres di kawasan legislatif sudah memasuki tahap pembersihan lahan dan persiapan jalan kawasan sepanjang 3,7 kilometer (km). Arsitektur bangunan masih menunggu persetujuan Prabowo untuk penyempurnaan desain.

Sementara itu, pembangunan di kawasan yudikatif dibagi menjadi dua paket pengerjaan. Paket pertama meliputi Gedung Mahkamah Agung, Plaza Keadilan, serta infrastruktur pendukung.

Sedangkan paket kedua mencakup Gedung Mahkamah Konstitusi, area yudisial, dan rumah ibadah berupa masjid. Akses di wilayah tersebut juga akan didukung oleh pembangunan jalan sepanjang 8 kilometer.

3. Infrastruktur air minum akan terintegrasi di bawah tanah

Salah satu proses pembangunan jalan yang akan memperkuat konektivitas antar kawasan strategis di KIPP IKN
Salah satu proses pembangunan jalan yang akan memperkuat konektivitas antar kawasan strategis di KIPP IKN. Foto Humas OIKN

Selain gedung perkantoran, Otorita IKN juga tengah memperkuat infrastruktur air melalui pembuatan kolam retensi TR01 dan Embung EC-08 untuk pemenuhan kebutuhan air di ibu kota baru Indonesia.

Untuk mendukung distribusi air bersih, pemerintah sedang membangun jaringan perpipaan air minum. Nantinya, sistem perpipaan tersebut akan terintegrasi melalui Multi-Utility Tunnel (MUT).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in Business

See More