Jakarta, IDN Times – Pengamat pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menilai target penerimaan pajak Rp2.591,4 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 terlalu tinggi. Pasalnya, target tersebut naik 12,1 persen dibandingkan outlook penerimaan pajak 2026.
Fajry mengatakan, kenaikan 12,1 persen tersebut dihitung berdasarkan outlook penerimaan pajak APBN 2026. Padahal, menurut dia, target penerimaan pajak 2026 sendiri sudah terlalu tinggi.
“Pertama, kenaikan 12,1 persen itu berdasarkan outlook penerimaan pajak APBN 2026. Padahal, target penerimaan pajak dalam APBN 2026 saja sudah terlalu tinggi,” ujar Fajry kepada IDN Times, Senin (24/8/2026).
