Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tingkat Pengangguran RI Turun Dekati Level Terendah sejak 1994
Ilustrasi Pengangguran (pexels.com/zimmytws)
  • BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka nasional 2026 turun menjadi 4,65 persen, mendekati level 1994 sebesar 4,36 persen.
  • Capaian ini terjadi saat angkatan kerja mencapai 155,41 juta orang, hampir dua kali lipat dibanding era 1990-an, seiring penciptaan dan penyerapan kerja di berbagai sektor.
  • Pemerintah menilai tren penurunan setelah lonjakan 2005 dan 2020 mencerminkan pemulihan ekonomi, sambil melanjutkan pelatihan vokasi, upskilling, dan peningkatan utilisasi industri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional berhasil ditekan hingga menyentuh 4,65 persen. Angka ini disebut menjadi capaian terendah pengangguran dan mendekati level stabilitas ketenagakerjaan sejak 1994.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, pemerintah terus memantau dinamika ketenagakerjaan sebagai salah satu indikator utama kesejahteraan masyarakat dan efektivitas kebijakan ekonomi.

"Capaian TPT 4,65 persen ini mencerminkan keberhasilan berbagai program dorongan sektor riil dan investasi dalam memfasilitasi kebutuhan pasar kerja," kata dia dalam keterangannya, dikutip Selasa (27/10/2026).

1. Capaian TPT disebut bukti kuat daya serap pasar tenaga kerja

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto (Dok Kemenko Perekonomian)

Dia menyampaikan, capaian TPT sebesar 4,65 persen pada tahun ini menjadi bukti nyata kuatnya daya serap pasar kerja nasional, di mana perekonomian mampu membawa rasio pengangguran kembali menyentuh level yang nyaris serendah pada 1994 sebesar 4,36 persen.

"Keberhasilan tersebut mencerminkan efektivitas pemulihan ekonomi nasional yang berjalan secara konsisten," ujar Haryo.

2. Pengangguran turun di tengah meningkatnya penciptaan lapangan kerja baru

ilustrasi pengangguran, loker, lamaran kerja, karier, lowongan (magnific.com/magnific)

Haryo menuturkan, capaian TPT tersebut menjadi kian signifikan mengingat basis angkatan kerja Indonesia pada 2026 telah berkembang pesat mencapai 155,41 juta orang. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibanding basis angkatan kerja pada era 1990-an yang berada di kisaran 83,32 juta orang.

"Mampu menekan TPT hingga mendekati level terendah di tengah basis angkatan kerja yang melonjak masif menegaskan pesatnya penciptaan dan penyerapan lapangan kerja baru di berbagai sektor ekonomi," tuturnya.

3. TPT sempat melonjak signifikan pada 2005 dan 2020

ilustrasi layoff, PHK, pengangguran, menganggur, pencari kerja (magnific.com/magnific)

Sebagai perbandingan perjalanan historis ketenagakerjaan nasional, indikator TPT sempat mengalami lonjakan signifikan pada periode 2005 yang menyentuh 11,24 persen akibat lesunya penyerapan tenaga kerja dan tekanan ekonomi domestik pascakrisis moneter yang belum menunjukkan perbaikannya, serta gejolak pandemik COVID-19 pada 2020 sebesar 7,07 persen.

Sementara tren penurunan yang konsisten hingga mencapai 4,65 persen pada 2026, menurutnya, menunjukkan efektivitas penanganan ekonomi dan pemulihan daya saing industri nasional.

Dia menegaskan, pemerintah terus berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas angkatan kerja melalui program pelatihan vokasi, upskilling, dan peningkatan utilisasi industri.

"Fokus kita bukan hanya mempertahankan angka pengangguran di tingkat rendah, tetapi juga memastikan penyerapan tenaga kerja yang berkualitas serta berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat," ucap Haryo.

Curated For You

Editorial Team

Related Article