Ilustrasi bank (IDN Times/Arief Rahmat)
Dian menjelaskan pertumbuhan kredit perbankan masih ditopang oleh bank-bank badan usaha milik negara (BUMN). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, kredit bank BUMN tumbuh 14,78 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) domestik mencatat pertumbuhan tertinggi pada kredit kepemilikan, yakni sebesar 16,89 persen yoy.
Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh 8,22 persen yoy menjadi Rp10.492 triliun per September 2026. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 10,94 persen yoy.
Berdasarkan jenis simpanan, giro mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,64 persen yoy. Disusul tabungan yang tumbuh 9,08 persen yoy dan deposito sebesar 3,78 persen yoy. Dari sisi likuiditas, OJK menilai kondisi perbankan masih berada pada level memadai. Hal ini tercermin dari rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) yang mencapai 105,7% pada September 2026, naik dari 102,3% pada bulan sebelumnya.
"Begitu pula rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) yang meningkat menjadi 24,1 persen dari 23 persen pada Agustus 2026. Kedua rasio tersebut masih berada di atas ambang batas yang ditetapkan, masing-masing sebesar 50 persen untuk AL/NCD dan 10 persen untuk AL/DPK," jelasnya.
Adapun liquidity coverage ratio (LCR) tercatat sebesar 181,91 persen. Angka ini turun dibandingkan posisi Agustus 2026 yang mencapai 187,07 persen. Dari sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,07 persen pada September 2026. Rasio ini membaik dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,11 persen.
Sementara itu, NPL net turun menjadi 0,82 persen dari 0,84 persen pada Agustus 2026. Adapun rasio loan at risk (LAR) tercatat sebesar 8,50 persen. Dari sisi profitabilitas, return on assets (ROA) perbankan stabil di level 2,43 persen, sama dengan posisi Agustus 2026. Ketahanan permodalan perbankan juga masih terjaga. Hal ini tercermin dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang mencapai 24,30 persen.