Rupiah Melemah Jelang Akhir Pekan, Dipengaruhi Sentimen Harga Minyak

Rupiah ditutup melemah 7 poin atau 0,04 persen ke Rp18.089 per dolar AS pada Jumat sore, setelah dibuka di Rp18.091 per dolar AS.
Kurs tengah JISDOR Bank Indonesia berada di Rp18.130 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi Rp18.094 per dolar AS pada penutupan Kamis.
Kenaikan harga minyak Brent menjadi 98,29 dolar AS per barel memicu kehati-hatian pasar; analis memproyeksikan rupiah melemah pekan depan dalam rentang Rp17.920–Rp18.220.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah tipis pada penutupan perdagangan sore ini, Jumat (6/11/2026).
Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup melemah 7 poin atau 0,04 persen ke Rp18.089 per dolar AS sore ini. Pagi tadi, kurs rupiah dibuka melemah 9 poin ke Rp18.091 per dolar AS.
1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI
Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp18.130 per dolar AS.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kurs rupiah pada penutupan perdagangan kemarin, Kamis (5/11/2026), di angka Rp18.094 per dolar AS. Data JISDOR BI menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan sore ini dibandingkan kemarin.
2. Harga minyak dunia naik lagi
Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim, pergerakan kurs rupiah dipengaruhi sentimen pelaku pasar terhadap harga minyak mentah dunia yang kembali mengalami kenaikan. Pagi tadi, harga minyak mentah Brent naik 3,67 dolar AS menjadi 98,29 dolar AS per barel.
Kondisi itu menyebabkan pelaku pasar berhati-hati pada pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
“Kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia meningkat akibat kenaikan harga minyakdunia yang berpotensi memperbesar beban subsidi dan kompensasi energi dalam APBN,” ucap Ibrahim dalam keterangan resmi.
3. Rupiah diprediksi melemah lagi pekan depan
Ibrahim melihat, faktor eksternal dan internal masih akan memberikan sentimen negatif pada rupiah, sehingga diprediksi kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan pekan depan.
“Dalam perdagangan minggu depan di rentang Rp17.920- 18.220. Target bulan November rupiah melemah di Rp18.500,” kata Ibrahim.





















